<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352</id><updated>2011-12-21T21:01:37.614+07:00</updated><category term='mataharitimoer'/><category term='orang gila'/><category term='pemilu'/><category term='event guru kehidupan di sekitar kita'/><category term='alifmagz'/><category term='jamu'/><category term='lucky day'/><category term='karmin winarta'/><category term='wanti'/><category term='gratis'/><category term='pilkada'/><category term='tanjung lesung'/><category term='mt'/><category term='julie'/><category term='mie janda'/><category term='pemulung'/><category term='ponaryo'/><category term='becak'/><category term='veteran'/><category term='udi'/><category term='wong kam fung'/><category term='inspirasi untuk negeri'/><category term='parno'/><category term='arkasala'/><category term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><category term='mudrik'/><category term='hamid'/><category term='review'/><category term='guru kehidupan'/><category term='ujang'/><category term='blogdetik inspiring woman'/><category term='bedah buku'/><category term='plastic boy'/><title type='text'>guru kehidupan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-5955243991337322287</id><published>2010-08-09T10:21:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:23:12.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><title type='text'>Anak Indonesia di Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“Saya ikutin dia, Om!” &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;– Anak Jalanan di Jalanan, Cilegon –&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8V-lVQRnwI/AAAAAAAABCs/v22dSsSrLtM/s1600/7.+anak+jalanan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8V-lVQRnwI/AAAAAAAABCs/v22dSsSrLtM/s320/7.+anak+jalanan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku duduk di lobby sebuah Mall di Cilegon. Seperti biasa, kalau menunggu teman, menunggu taksi, ataupun melepas lelah setelah Mallwalking sebelum naik angkot silver, aku duduk di depan Mall ini. Seperti biasa juga, belum ada satu menit duduk, selalu datang anak-anak berpenampilan dekil bin kumel, meminta uang. "Om, buat makan om…!" Bukan cuma aku saja yang diminta. Semua orang yang terlihat, pasti didekati dan diminta. Om, tante, bapak, ibu, kakak, mbak, teteh, semua kebagian jatah untuk bersedekah.&lt;br /&gt;Ada yang memberi limaratus ataupun seribu rupiah. Bahkan ada juga yang tega ngasih nope alias kepingan duaratus rupiah. Walau ada juga yang tidak memberi sama sekali. Aku sendiri kadang memberi, kadang tidak.&lt;br /&gt;Salah seorang dari mereka asyik menghitung penghasilannya. "Dapat berapa hari ini?" tanyaku mencoba ramah. "Lumayan om, tigapuluh enamribu!" jawabnya tanpa memandangku.&lt;br /&gt;Hebat, belum sore saja sudah dapat segitu. "Memang dari jam berapa kamu minta-minta?" tanyaku lagi. &lt;br /&gt;Yang menjawab bukan yang tadi menghitung penghasilan, tetapi temannya yang perempuan, "Kalau saya sih dari jam 10 om, baru dapat delapanribu. Tambahin dong om…" memelas.&lt;br /&gt;"Kata orang-orang, kalian harus setoran ya ke preman di sini. Benar nggak sih?"&lt;br /&gt;"Siapa bilang, om? Nggak sih. Paling-paling dipalak!"&lt;br /&gt;"Rumah kalian dimana?"&lt;br /&gt;"Sekitar sini!"&lt;br /&gt;"Orang tua masih ada?"&lt;br /&gt;"Masih…"&lt;br /&gt;"Mereka tahu kamu cari uang seperti ini?"&lt;br /&gt;"Tahu…"&lt;br /&gt;"Tidak dimarahi?"&lt;br /&gt;"Nggak lah, kan dapat duit, om!"&lt;br /&gt;"Kalian sekolah?"&lt;br /&gt;Ada yang jawab ya, mengangguk, dan ada pula yang menggelengkan kepala. &lt;br /&gt;"Cita-cita kamu apa?"&lt;br /&gt;Ada yang nyengir memamerkan giginya yang sepertinya tidak pernah disikat. Ada yang mau jadi guru, pemain bola, dan yang kaos oranye katanya mau jadi "Peterpan". Mungkin maksudnya jadi anak band, bukan jadi tokoh dongeng Peterpan.&lt;br /&gt;"Memang bisa nyanyi?" kupancing dia untuk menyanyikan sebuah lagu. "Lagu anak-anak ya, nanti saya kasih seribu!"&lt;br /&gt;Mulailah dia bernyanyi…. " Mungkinkah bila kubertanya…. pada bintang-bintang…."&lt;br /&gt;"Ah itu sih, bukan lagu anak-anak! Itu lagunya Peterpan!" Protesku sambil tertawa.&lt;br /&gt;"Ini lagu anak-anak om. Anak-anak sini lagunya gitu. Kan mau jadi Peterpan!"&lt;br /&gt;"Lagu lainnya?"&lt;br /&gt;"Lailailailailai…. Panggil aku si Jablai…"&lt;br /&gt;"Astaghfirullah, itu lagu anak-anak sini juga?" Bocah perempuan yang barusan nyanyi nyengir kuda.&lt;br /&gt;"Uang yang kalian dapat ditabung tidak?" setelah rasa bosan menunggu menyerangku.&lt;br /&gt;"Ada dong! Kalo dapat banyak, ada yang ditabung, jajan, kasih emak, beli maenan…" Banyak juga pemanfaatan dari pendapatan mereka.&lt;br /&gt;“Pernah tidak dapat sama sekali?” tanyaku&lt;br /&gt;“Belum pernah, om. Kalau tidak banyak, ya paling sedikit…”&lt;br /&gt;“Sedikitnya berapa, sih?” aku ingin tahu standar pendapatan terendah menurut mereka sendiri.&lt;br /&gt;“Limaribu, om!” Jawab si “Peterpan”. &lt;br /&gt;“Limaribu, lumayan dong. Bukannya kecil.”&lt;br /&gt;“Zaman sekarang sih, limaribu kecil, om!” protesnya.&lt;br /&gt;“Memang orang tua kalian tidak memberi uang jajan?” aku ingin tahu hubungan mereka dengan orang tuanya. Rata-rata menjawabnya dengan menggelengkan kepala. &lt;br /&gt;“Orang tua kalian bekerja?” Rata-rata menjawab dengan menganggukkan kepala.&lt;br /&gt;“Kalian tidak malu ketahuan teman-teman sekolah, kalau ketahuan mencari uang dengan cara seperti ini?”&lt;br /&gt;“Saya saja ikutin dia, om!” yang perempuan menunjuk ke salah satu temannya.&lt;br /&gt;“Saya juga ikutin dia, om!” yang ditunjuk menunjuk temannya yang lain. Hm… aku sadari, ternyata mereka hanya ikut-ikutan saja. &lt;br /&gt;“Kalau kamu mulai dari jam sepuluh pagi, sampai sore begini, sekolahnya jam berapa?” tanyaku kepada yang perempuan. Sejujurnya, aku tak percaya kalau dia masih sekolah. &lt;br /&gt;“Sekarang sudah tidak sekolah, om!” katanya rada gugup.&lt;br /&gt;“Tadi kamu bilang, cari uang seperti ini buat bayar sekolah juga. Padahal, sekolah sekarang kan gratis. Lalu kamu bilang buat makan, padahal tadi kamu bilang orang tuamu bekerja juga. Jadi yang benar bagaimana?” aku mencoba menelusuri jawabannya.&lt;br /&gt;Ia tidak menjawab, malah meninggalkanku yang masih ingin bertanya. Teman-temannya pun lantas mengikuti jejaknya, menghindariku.&lt;br /&gt;Begitulah&lt;a href="http://smartblogcompetition.blogspot.com/"&gt; anak-anak Indonesia&lt;/a&gt; yang kutemui di jalanan. Yang selalu meminta-minta dengan dalih buat makan. Entah, yang mana dari pernyataan mereka yang benar. Apakah benar orang tuanya bekerja, atau tidak, sekolah atau tidak, kelaparan atau tidak, atau bisa jadi hanya ikut-ikutan sehingga keenakan karena begitu mudahnya mendapatkan uang dengan cara mengiba. &lt;br /&gt;Terlepas dari keberanian mereka dalam menjalani kehidupannya yang keras, tetap saja aku merasa prihatin, karena anak sekecil itu sudah terbiasa berbohong. Apakah itu hasil dari pendidikan nasional kita? Hal ini mestinya menjadi inspirasi bagi pihak-pihak yang berwenang mengurusi mereka. Tak inginkah kita, mengubah nasib mereka?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-5955243991337322287?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/5955243991337322287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/mengiba-rupiah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5955243991337322287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5955243991337322287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/mengiba-rupiah.html' title='Anak Indonesia di Jalan'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8V-lVQRnwI/AAAAAAAABCs/v22dSsSrLtM/s72-c/7.+anak+jalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-2560764434106458537</id><published>2010-08-09T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:14:47.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ujang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemulung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Bermain Sambil Bekerja</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s1600/30.+ujang+-+pemulung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s1600/30.+ujang+-+pemulung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s1600/30.+ujang+-+pemulung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cari sampah sekalian main, pak. Nggak terasa, dapat duit.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;– Ujang, Pemulung, Cinangka –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s1600/30.+ujang+-+pemulung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s320/30.+ujang+-+pemulung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Biasanya aku melihat bocah ini sedang bermain di sekitar lingkungan rumahku di Anyer. Tapi kali ini mereka berdua agak berbeda. Aku penasaran dengan karung yang digendongnya. Apa isinya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Cari apa kamu?” aku bertanya kepada Ujang, salah satu dari bocah itu karena aku tahu, bocah yang satunya lagi bisu (tuna wicara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sampah, pak.” Jawabnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sampah apa saja? Lalu dijual kemana?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Plastik atau kardus, pak. Dijual di lapak, pak”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Lapak limbahnya dimana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Dekat pak, baru seminggu, pak. Makanya kita sekarang cari sampah biar dapat duit, pak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tapi kalian tetap sekolah, kan?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tetap, pak. Kita tetap sekolah, tapi pulang sekolah, cari sampah.” Jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Jadi nggak sempat main dong.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kan, cari sampah sekalian main, pak. Nggak terasa, dapat duit.” Jawaban yang tak kuduga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Baguslah kalau begitu. Semoga dapat banyak deh kalian!” doaku untuk mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sambil main, merekapun mencari uang. Ini patut kita contoh. Seorang anak kecil saja bisa bermain sambil bekerja. Asal jangan terbalik menerapkannya, bekerja sambil bermain. Seperti yang pernah aku lihat di beberapa kantor. Ada beberapa pegawai yang sibuk menyelesaikan &lt;i&gt;solitaire&lt;/i&gt; di komputer kantornya, saat jam kerja masih berlangsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ada saja peluang usaha yang bisa kita dapatkan asal kita mau melakukan. Ya, intinya adalah mau melakukan. Tidak semua &lt;a href="http://smartblogcompetition.blogspot.com/"&gt;anak Indonesia&lt;/a&gt; mau menjadi pemulung sampah dari rumah ke rumah. Tapi bagi kedua bocah itu, yang penting mereka bisa mendapatkan uang dari hasil kerja keras mereka. Mudah sekali bagi Tuhan dalam memberikan jalan bagi hambanya untuk mendapatkan rezeki. Tinggal kita sendiri, mau atau tidak menjalaninya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-2560764434106458537?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/2560764434106458537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/bermain-sambil-bekerja.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/2560764434106458537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/2560764434106458537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/bermain-sambil-bekerja.html' title='Bermain Sambil Bekerja'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S9_3PnfFyBI/AAAAAAAABEE/2hkV9SpfgE8/s72-c/30.+ujang+-+pemulung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-3048383584852319992</id><published>2010-08-09T09:30:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:16:33.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='udi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plastic boy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mataharitimoer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Plastic Boy</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kata bibi, kalau sudah mati, di akhirat nanti, pengemis itu mukanya rata!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;– Udi, Pengecer Plastik, Cibodas –&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TAOf1NpBS0I/AAAAAAAABFQ/2bBKCflRcQU/s1600/46.+udi+-+plasticboy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TAOf1NpBS0I/AAAAAAAABFQ/2bBKCflRcQU/s320/46.+udi+-+plasticboy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari tadi anak kecil itu mengikutiku terus. Tak pernah berhenti menawarkan, "plastik, plastik…!" kadang dia memelas, "tolong pak, beli plastik saya pak… tolong pak, satu aja pak!" kadang dia mengelap ingus dengan lengan kanannya, &lt;i&gt;srooot&lt;/i&gt;… Tapi dia lebih banyak senyumnya ketika aku tatap. Itulah si Udi. Kenalanku waktu liburan ke Cibodas kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Udi, begitu dia jawab ketika kutanya namanya. Setiap hari menjadi pengecer kantong plastik atau temannya se-karier menyebutnya jinjingan. Jadilah aku ngobrol dengan Udi, saat jalan-jalan di parkiran KRC (Kebun Raya Cibodas). Menunggu teman-teman yang sibuk berbelanja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Satu jinjingan kamu jual berapa?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Seribu, pak, murah pak!" dia pikir aku mau membeli jinjingannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kamu jualan setiap hari di sini?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Iya pak, kan setiap hari kita harus makan." cerdas juga jawabannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Sehari bisa dapat duit berapa?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kalo lumayan sih, bisa sampe 30 rebu" sambil mengelap ingus dengan lengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memang lumayan sih, berarti ada 30 plastik yang dibeli orang, pikirku. Kalau pengunjung ramai, maka para penjual juga ramai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Begitu juga dengan &lt;i&gt;plastic boys&lt;/i&gt;, seperti Udi dan teman-temannya. Mereka sangat berharap agar tempat wisata ini ramai terus. Menurut info yang aku dapat di loket, dalam sebulan, pengunjung KRC bisa mencapai sejuta orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Hari ini sudah dapat berapa, Di?" tanyaku lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Baru 4 rebu, pak. Makanya Bapak beli dong!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Saya nggak belanja apa-apa. Kamu sekolah, Di?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Sekolah pak, kelas 5, eh, sekarang mah kelas 6."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Orang tua kamu kerja?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Udah meninggal, pak!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kamu tinggal sama siapa sekarang?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Bibi, yang tadi bapak minta air panas buat bikin kopi, itu bibi saya!" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Ooo… saya senang sekali bisa ngopi, karena dapat air panas dari bibimu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Saya senang melihat kamu seperti ini. Tidak mengamen atau mengemis di jalanan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Wah, kalo ngamen saya malu, pak. Nggak bisa nyanyi. Kalo ngemis, takut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Koq takut? Takut sama siapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kata bibi, kalau sudah mati, di akhirat nanti, pengemis itu mukanya rata!” kata Udi mengulang nasihat bibinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Bibi bilang begitu?” Entah sahih atau tidak, tapi aku setuju dengan cara bibinya Udi mencegah keponakannya yang yatim piatu agar tak mengemis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Benar, pak!” sahut Udi. Ingusnya kembali meleleh. Lengannya kembali mengelapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Eh, Di, mending kamu ke sana!" Aku menepuk pundak Udi dan menunjuk ke arah penjual sayur mayur yang dijejali oleh pembeli. Kebanyakan ibu-ibu bawa anak. Pasti mereka butuh bantuan Udi, pikirku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Wah iya tuh, pak!" Udi melesat menuju kerumunan itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Seperti melayang, cepat sekali ia sudah sampai di tempat itu, mendekati orang-orang yang membutuhkan jinjingan. Dari kerumunan itu Udi memicingkan matanya ke arahku dan memberikan aku jempol. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, sepertinya dagangannya laku di kerumunan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Itulah Udi, kenalanku di KRC. Ialah salah satu &lt;a href="http://smartblogcompetition.blogspot.com/"&gt;anak Indonesia&lt;/a&gt; yang, w&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;alaupun yatim piatu, tetap &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt;, masih mau berusaha secara normal. Banyak anak-anak seusia Udi yang kutemui di jalan. Namun mereka lebih memilih untuk mengemis atau mengamen dengan gaya mengemis. Melihat mereka, hatiku pedih. Tapi melihat Udi, aku bangga dan bahagia. Aku hanya bisa berharap, anak-anak jalanan yang kadang meresahkan penumpang dan pengendara, mau melakukan pekerjaan lain yang tidak meresahkan orang lain. Seperti Udi, &lt;i&gt;Plastic Boy&lt;/i&gt; yang jelas-jelas yatim piatu. Namun untuk mengamen, ia malu. Apalagi mengemis, ia takut. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-3048383584852319992?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/3048383584852319992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/plastic-boy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3048383584852319992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3048383584852319992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/plastic-boy.html' title='Plastic Boy'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TAOf1NpBS0I/AAAAAAAABFQ/2bBKCflRcQU/s72-c/46.+udi+-+plasticboy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1387520814834233351</id><published>2010-08-08T18:20:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:26:47.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><title type='text'>Bangun Pagi, Dapat Rezeki</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kalau nggak bangun gelap-gelap, mana kebagian, pak!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;– Jamal, Pemburu Durian, Serang –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S5TdTwUH5FI/AAAAAAAAA84/7gULWtGrsUs/s1600-h/18.+jamal+-+durian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S5TdTwUH5FI/AAAAAAAAA84/7gULWtGrsUs/s320/18.+jamal+-+durian.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masih pukul 05:15 Pagi. Di seberang rumahku, tepat di pinggir jalan menuju halamanku, duduk dua anak kampung setempat. Sepertinya mereka sedang melepas lelah. Biasanya pada musim durian seperti sekarang ini, mereka berkeliaran di hutan bahkan sejak matahari belum mengintip. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aku tak tahan jika hanya memperhatikan mereka dari jendela kamarku. Akupun beranjak dan mendekati mereka. Dua anak kampung memperhatikan langkahku menuju mereka. Mereka sepertinya tahu, kalau aku mendekati karena satu hal : Durian!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Merekapun berusaha menutupi durian buruannya dengan kain sarung yang sebelumnya diselempangkan di bahu. Dalam penglihatanku, ada enam buah durian yang lumayan besar. Melihat gelagatnya, sepertinya mereka khawatir kalau aku akan meminta durian mereka dengan paksa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memang, kadang-kadang ada saja orang yang lebih tua dari mereka, memalak (meminta dengan paksa) hasil buruan mereka. Sebelum mendekat, aku sengaja mengambil uang dari kantong, seolah-olah memeriksa. Lalu kumasukkan lagi. Sepertinya mereka memahami maksud kedatanganku. Raut wajah merekapun berubah. Sepertinya mereka yakin, aku tidak akan memalak, malah akan membeli durian jatuhan hasil buruan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Buat dimakan di rumah?” Tanyaku kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Nggak, pak. Buat dijual.” Jawab Jamal, bocah yang paling besar memperlihatkan hasil buruannya yang paling besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Dijual kemana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Di sekitar sini saja. Ini kan hari minggu, banyak tamu dari Jakarta yang ke sini.” hebat sekali naluri bisnis bocah ini. Dia sudah hapal benar kapan kampung&lt;i&gt; &lt;/i&gt;ini dikunjungi orang-orang kaya dari berbagai kota, walaupun mereka menganggapnya hanya dari Jakarta saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Berarti kalian sudah di hutan ini sejak masih gelap, dong? Apa nggak ngantuk?” tanyaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kalau nggak bangun gelap-gelap, mana kebagian, pak!” Jawab Jamal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tadi sih, nggak ngantuk. Tapi sekarang ngantuk…” kata yang lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Memang bisa tidak kebagian?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Yang mencari durian jatuhan, bukan cuma kita saja, pak. Banyak!” Jawab Jamal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Anak mana saja yang ikutan mencari durian?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Anak kampung sini juga, pak. Teman-teman kita juga.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sekarang dapat berapa?” tanyaku sambil menatapi kain sarung berisi durian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Enam, pak. Sedikit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Memang kalau lebih dari enam, bisa bawanya?” Selintas, kupikir mereka memang sengaja bawa enam tak mungkin dua anak bisa membawa lebih dari enam butir. Tapi ternyata lintasan pikiranku salah, karena berapa butirpun bisa mereka bawa, karena mereka mempunyai kain sarung sebagai alat untuk membawa lebih banyak dari kapasitas normal per orang. “Kenapa tidak pakai karung, bukannya lebih mudah?” tanyaku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Lebih enak pakai sarung dari pada karung.” Jawab Jamal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Karung susah digemblok!” Balas yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Berapa harga satu butir?” Tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Pertama kita kasih harga lima belas ribu,pak!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Akhirnya, kamu lepas berapa?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kalau yang nawar jago, paling kita lepas delapan ribu. Tapi maunya kita sih, paling murah sepuluh ribu.” Jamal menjelaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ada yang menawar lebih murah dari delapan ribu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Banyak, pak. Ibu-ibu kalau nawar bisa lima ribu per buah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kamu kasih, nggak?” tanyaku menguji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ya nggak lah. Kalo lima ribu, capeknya nggak terbayar, dong.” Alasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ya, sudah. Saya minta dua buah. Ini uangnya!” Aku berikan selempar uang duapuluh ribu Rupiah, dan memilih dua buah durian yang menurut perkiraanku paling pas untuk dimakan siang nanti bersama teman-teman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Inilah hasil bumi persembahan Tuhan. Setiap musim durian, penghuni kampung Cihideung desa Bantarwaru, Serang, selalu menembus kabut fajar untuk memburu durian jatuhan. Ada yang untuk dimakan, ada pula yang untuk dijual. Seperti anak-anak yang kutemui pagi ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tak berapa lama, datanglah tamu yang diharapkan. Sekali transaksi, mereka berhasil menjual 3 butir durian dengan harga limabelas ribu per butir. Hebat! Cahaya matahari pagi masih lembut, udara pagi masih terasa dingin, anak-anak ini sudah menerima rezeki hasil dari usahanya sendiri. Rp.65.000,- sudah dikantong mereka!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bocah-bocah kampung ini memiliki jiwa &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt; yang baik sekali. Mereka sudah memulai bisnisnya sejak matahari belum menampakkan diri. Menembus kabut, menelusuri hutan untuk mencari rezeki. Merekalah a&lt;a href="http://smartblogcompetition.blogspot.com/"&gt;nak Indonesia yang inspiratif&lt;/a&gt; bagi bangsa ini. Terutama bagi remaja yang masih bermalas-malasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Orang-orang yang masih bertahan sebagai pengangguran mestinya mendapatkan pelajaran dari naluri bisnis bocah-bocah kampung ini. Bisa jadi di sekitar kita ada peluang usaha, namun kita tak pernah mau berpikir untuk mencarinya. Atau, bisa jadi kita masih enggan untuk bangun pagi. Kata orang tua kita dulu, kalau kita bangun kesiangan, maka rezeki kita dipatok ayam. Kita yang masih belum memiliki pekerjaan, siapkah bangun pagi seperti bocah-bocah kampung ini? [&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1387520814834233351?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1387520814834233351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/03/bangun-pagi-dapat-rezeki.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1387520814834233351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1387520814834233351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/03/bangun-pagi-dapat-rezeki.html' title='Bangun Pagi, Dapat Rezeki'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S5TdTwUH5FI/AAAAAAAAA84/7gULWtGrsUs/s72-c/18.+jamal+-+durian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-5440311645557797875</id><published>2010-07-30T22:39:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T10:34:23.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak Indonesia Harapan Masa Depan'/><title type='text'>Wiwi : Penyedia Recehan</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Semuanya untung kok. Saya untung, pengemis untung, tamu juga untung bisa sedekah.”&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;b&gt;Wiwi&lt;/b&gt;, Penyedia Recehan, Banten Lama -&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/42-wiwi-moneychanger-200x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/42-wiwi-moneychanger-200x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Awalnya aku heran melihat anak perempuan yang berdiri di belakang meja sederhana itu. Di mejanya terjejer uang logam dari seratus hingga limaratus rupiah. Bukan hanya satu, tapi banyak juga meja-meja recehan yang berjejer di gang menuju Masjid Agung Banten Lama ini. &lt;/div&gt;Ternyata uang itu disediakan untuk pengunjung yang mau menukar uangnya dengan recehan untuk dibagi-bagikan kepada puluhan, atau mungkin ratusan pengemis di kawasan wisata Banten Lama ini.&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi, kalau setiap pengunjung Masjid Raya Banten Lama memberikan sedekah kepada para pengemis. Namun saking banyaknya pengemis, pengunjung harus memecahkan uang lima ribuan atau sepuluh ribuan dengan recehan.&lt;br /&gt;“Kalau saya tukar lima ribu, saya dapat berapa perak?” tanyaku kepada Wiwi, salah seorang dari para penukar uang itu.&lt;br /&gt;“Kalau sama yang lain bisa dapat 4000, kalau sama saya 4500 juga boleh.” Ternyata ketat juga persaingan bisnis penukaran recehan ini.&lt;br /&gt;“Setiap hari banyak yang menukar uang?”&lt;br /&gt;“Kalau hari biasa sih sedikit. Tapi kalau lagi liburan, apalagi bulan &lt;i&gt;maulud&lt;/i&gt;, bulan puasa, habis lebaran, biasanya kita panen.” Panen artinya banyak orang yang menukar recehan pada hari-hari yang ia sebutkan.&lt;br /&gt;“Kalau sedang ramai, sehari bisa dapat selisih berapa?”&lt;br /&gt;“Keuntungannya saja? Lumayan, bisa 20-30 ribu!”&lt;br /&gt;“Besar juga ya untungnya usaha seperti ini.” Pujiku&lt;br /&gt;“Semuanya untung kok. Saya untung, pengemis untung, tamu juga untung bisa sedekah.” Sebuah alasan yang masuk akal juga menurutku.&lt;br /&gt;“Lalu cari recehannya kemana lagi?”&lt;br /&gt;“Ya, ke pengemis, lah!” jawabnya ringan.&lt;br /&gt;“Oo… Jadi nanti para pengemis itu menukarkan uangnya lagi ke sini?”&lt;br /&gt;“Nggak semua, tergantung kita mau bayarin berapa. Paling cuma nambahin &lt;i&gt;stock&lt;/i&gt; saja.” Jawabnya menjelaskan.&lt;br /&gt;“Kalau mereka menukarkan recehan seribuan, kamu bayar berapa?” tanyaku ingin tahu.&lt;br /&gt;“Tetap seribu. Kan kita dagangnya bukan sama mereka.” Jelasnya.&lt;br /&gt;Ternyata perputaran uang recehan hanya di sekitar situ saja. Mereka sediakan, ditukar oleh pengunjung, disedekahkan buat para pengemis, dan mereka kembali menukarkan beberapa puluh ribu untuk modal &lt;i&gt;“money changer&lt;/i&gt;” esok hari.&lt;br /&gt;Setiap bisnis memiliki jaringan khasnya sendiri. Seperti di jaringan para pelaku bisnis recehan ini. Mereka sudah memiliki jaringan yang kuat dengan para sesama penyedia recehan, pengemis, dan juga para penukar uang. Masing-masing mempertahankan agar jaringannya bisa berjalan normal.&lt;br /&gt;Inilah bisnis yang saling menguntungkan antara pelaku jasa penukaran recehan, pengemis, dan para pengunjung. Satu sama lain saling membutuhkan, atau kalau kata Wiwi, saling menguntungkan. Sebuah bisnis sederhana yang tak pernah kita bayangkan manfaatnya. Terlepas dari &lt;i&gt;negative thinking&lt;/i&gt; yang selalu menguasai pikiran kita.&lt;br /&gt;Wiwi adalah salah satu sosok&lt;a href="http://smartblogcompetition.blogspot.com/"&gt; anak Indonesia yang survive&lt;/a&gt; dalam menjalani hidupnya. Kemiskinan tak menghambatnya menjadi anak yang hanyut dalam keputus-asaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau membuka usaha, ikutilah mereka. Maksud saya, petakan dahulu alur bisnis yang sangat menentukan stabilitas dan kontinuitas bisnis Anda. Jangan hanya berpikir menyediakan barang dagangan. Tapi pikirkan pula pemetaan pasar dan kemudahan kembali untuk mengadakan &lt;i&gt;stock&lt;/i&gt; barang. [&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-5440311645557797875?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/5440311645557797875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/wiwi-penyedia-recehan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5440311645557797875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5440311645557797875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/wiwi-penyedia-recehan.html' title='Wiwi : Penyedia Recehan'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-5811086818112785751</id><published>2010-05-21T19:18:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T19:18:32.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucky day'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bedah buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Buku Gratis dari Lucky Day GK</title><content type='html'>fan page &lt;a href="http://facebook.com/gurukehidupan" target="_blank"&gt;Guru  Kehidupan&lt;/a&gt; bagi-bagi buku gratis. Mungkin ini kontes paling gampang  di Jagad Maya. Anda hanya diminta menjawab sebuah pertanyaan “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jika  buku GK dijadikan kado, siapa yang pantas menerimanya? why?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”  Jawab saja di kolom komentar page &lt;a href="http://facebook.com/gurukehidupan" target="_blank"&gt;Guru Kehidupan&lt;/a&gt;.  Yang beruntung akan mendapatkan buku Guru Kehidupan gratis, termasuk  ongkos kirim. &lt;img alt=":D" class="wp-smiley" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" /&gt; &lt;br /&gt;Yuk langsung ke TKP!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/05/lucky-day-gk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/05/lucky-day-gk.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-5811086818112785751?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/5811086818112785751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/buku-gratis-dari-lucky-day-gk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5811086818112785751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5811086818112785751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/buku-gratis-dari-lucky-day-gk.html' title='Buku Gratis dari Lucky Day GK'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1171302762315439454</id><published>2010-05-19T22:07:00.001+07:00</published><updated>2010-05-19T22:09:02.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event guru kehidupan di sekitar kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wong kam fung'/><title type='text'>Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin</title><content type='html'>Sebuah Review buku Guru Kehidupan dari Wong Kam Fung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S_P-vNEiywI/AAAAAAAABFE/urTGZarweF4/s1600/wkf.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S_P-vNEiywI/AAAAAAAABFE/urTGZarweF4/s320/wkf.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik buku   &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/belajar/" onclick="javascript:counttag('Belajar', 1, 1998222)"&gt;Belajar&lt;/a&gt;  Hidup Kaya Dari Si   &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/miskin/" onclick="javascript:counttag('Miskin', 1, 1998222)"&gt;Miskin&lt;/a&gt;  tulisan Mataharitimoer. Isinya bercerita tentang perjuangan hidup  orang-orang 'miskin' yang dengan bagus disampaikan oleh penulis dengan  bahasa yang tidak bertele-tele. Dari 30 tokoh miskin yang direkam di  buku ini, mereka berasal dari berbagai kalangan profesi, dari penjaga  masjid (marbot), tukang potret keliling, sampai pedagang mi ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis memang mahir dalam merangkai kata-kata. Dengan gaya dialog,  pelajaran   &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/kehidupan/" onclick="javascript:counttag('Kehidupan', 1, 1998222)"&gt;kehidupan&lt;/a&gt;  yang disampaikan oleh sang tokoh lebih mengena dan mudah  dicerna.Nampaknya penulis sengaja menggunakan model tanya jawab agar  tidak kaku dan ternyata memang terasa seperti itu. Yang lebih penting  lagi, meskipun judulnya menyebut-nyebut tentang belajar isi buku ini  tidak terasa menggurui. Ini yang perlu diperhatikan. Sebuah buku yang  ditulis dengan bahasa yang tidak luwes dan menggurui tidak akan menarik  meskipun isinya sangat bermanfaat. Akibatnya, sering terjadi buku yang  isinya sebenarnya bagus kemudian menjadi terlantar karena dijauhi  pembaca hanya disebabkan cara penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataharitimoer mengelompokkan 30 tokoh kehidupannya menjadi empat  bagian. Sayangnya dia tidak memberikan penjelasan atas pengelompokkan  itu. Tidak terlihat benang merah yang menjadikan tokoh-tokoh itu masuk  ke suatu kelompok. Nampaknya bagian-bagian itu difungsikan layaknya  terminal untuk pembaca beristirahat sejenak sebelum meneruskan membaca.  Tidak apa-apa memang, namun akan lebih greget bila pengelompokan itu  didasarkan pada subyek tertentu, jenis profesi misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca buku ini, kita seperti diingatkan tentang orang-orang  yang merupakan  &lt;a ;="" class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/guru/" onclick="javascript:counttag('Guru', 1, 1998222)"&gt;guru&lt;/a&gt;  kehidupan sejati. Mereka di luar sana, tetapi kadang-kadang kita tidak  tahu atau bisa jadi tidak mau tahu keberadaan mereka. Padahal dari  mereka kita bisa belajar bahwa hidup ini harus dinikmati dan disyukuri.  Meskipun berada dalam level ekonomi yang paling bawah, mereka masih  tetap menjaga kehormatannya untuk tidak hidup bergelimang harta tetapi  nista.  30 tokoh inspiratif yang dikisahkan dalam buku ini mengajari  kita untuk hidup terhormat meskipun dalam keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://id.shvoong.com/books/biography/1998222-belajar-hidup-kaya-dari-si/"&gt;svhoong&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://wongkamfung.wordpress.com/"&gt;wong kam fung &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1171302762315439454?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1171302762315439454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/belajar-hidup-kaya-dari-si-miskin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1171302762315439454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1171302762315439454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/05/belajar-hidup-kaya-dari-si-miskin.html' title='Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S_P-vNEiywI/AAAAAAAABFE/urTGZarweF4/s72-c/wkf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-5166750012449789418</id><published>2010-04-25T21:09:00.000+07:00</published><updated>2010-04-25T21:09:36.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event guru kehidupan di sekitar kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanjung lesung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arkasala'/><title type='text'>Penerimaan yang Tulus untuk Guru Kehidupan</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Kamu nggak biasa. Kalau biasa jadi enteng."&lt;/em&gt;, Ibu Tua,  Pencari Kayu Bakar, Tanjung Lesung, Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arkasala.com/wp-content/uploads/2010/01/Guru_Kehidupan.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-1273 alignleft" height="189" src="http://arkasala.com/wp-content/uploads/2010/01/Guru_Kehidupan.jpg" style="margin: 10px;" title="Guru_Kehidupan" width="137" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah penggalan kalimat dari salah satu artikel yang  berjudul Mengubah Gunung Menjadi Kapas, dari bagian sebuah buku &lt;strong&gt;Guru  Kehidupan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga puluh kisah yang menarik untuk dibaca. Kisah inspiratif  tentang hidup terhormat dalam keterbatasan.? Saat ini saya baru? membaca  sampai cerita yang memuat penggalan kalimat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku yang saya terima tadi pagi dan saya langsung membacanya.  Buku yang memberikan sentuhan dimana ada pusat pengetahuan lain yang  bisa kita contoh dari bagian yang kadang jarang terpikirkan. Salah  satunya belajar dari Ibu Tua, Pencari Kayu bakar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarat bahan renungan, pelajaran yang bisa diambil, hikmah yang bisa  didapat serta contoh kecil dari sebuah komitmen yang membuat orang  menggapai keberhasilan dan kebahagiaan dalam menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Buku ini sarat &lt;span id="more-1272"&gt;&lt;/span&gt;motivasi&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;************&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 10.00 pagi buku ini sampai ke tangan saya yang kebetulan  masih di rumah. Saya tahu buku ini akan datang, kebetulan Bundo sms saya  sekitar tiga hari yang lalu. Ada kekagetan ketika menerima sms itu,  karena tanpa diduga saya akan menerima sebuah buku dimana ketika sms  dikatakan sedang perjalanan ke Pacar Kembang. Rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum kirim alamat, buku sudah diluncurkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini buku ini sudah saya terima dan saya baca. Ada tanda tangan sang  pengarang asli dengan tulisan khusus untuk saya. Saya kurang memahami  kiriman langsung dari sang pengarang? namun yang memberitakan&lt;strong&gt; &lt;a href="http://nakjadimande.com/2010/01/25/7-tips-agar-anak-mau-ke-dokter-gigi/" target="_blank"&gt;Ibu Dokter&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; yang baik hati. Ada kesan indah  yang juga menyisakan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa tersanjung telah dikirimi sebuah buku langsung oleh  pengarangnya, &lt;strong&gt;&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;Mataharitimoer.&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Bundo.. Terima kasih Mataharitimoer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://arkasala.com/guru-kehidupan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-5166750012449789418?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/5166750012449789418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/penerimaan-yang-tulus-untuk-guru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5166750012449789418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5166750012449789418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/penerimaan-yang-tulus-untuk-guru.html' title='Penerimaan yang Tulus untuk Guru Kehidupan'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1918814587649427566</id><published>2010-04-22T10:41:00.002+07:00</published><updated>2010-04-22T10:47:56.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogdetik inspiring woman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Perempuan Pinggir Pantai</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Pokoknya   tergantung kita, pak. Kalau kita salah menawarkan ke pembeli, dapatnya  sedikit. Tapi biasanya kalau saya sih, lumayan. Bisa menutupi kebutuhan  anak-anak.” &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bu Onah&lt;/b&gt;, Penjual Ikan Asin, Pantai Carita, Anyer&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8_GehdKVyI/AAAAAAAABDc/HZAR9zXWZpk/s1600/47.+Onah+-+ikan+asin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8_GehdKVyI/AAAAAAAABDc/HZAR9zXWZpk/s320/47.+Onah+-+ikan+asin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Karena perjalananku melintasi sepanjang Pantai Anyer, akupun memutuskan makan siang di sebuah warung makan, tepat di tepi pantai. Namanya  warung Sunda Datu. Areanya cukup luas untuk parkir.&amp;nbsp; Kulihat sudah ada  sebuah bis yang parkir. Berduyun-duyun penumpangnya – sepertinya mereka  satu instansi atau perusahaan – turun menuju sawung-sawung yang  tersedia. Tapi ternyata mereka hanya melewati sawung-sawung yang ada.  Mungkin sudah tidak sabar untuk bercanda dengan desiran ombak di pantai  yang landai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kuperhatikan  juga, berduyun-duyun para pedagang mendekati rombongan tersebut. Mereka  menawarkan dagangannya. Rata-rata menjual barang yang sama, ikan asin.  Aku tertarik memperhatikan mereka dari sawung, sambil menikmati menu  makan siang favoritku, udang goreng kremes dan tumis kangkung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sedang asyik  makan sambil berbincang dengan temanku tentang pedagang di pantai itu,  tiba-tiba datang pula tiga orang pedagang lainnya dari arah berlawanan.  Terkejut juga ketika ia langsung menawarkan ikan asin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Berapa  sebungkus?” tanyaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ada yang duapuluh ribu, limabelas ribu, dan yang ini  sepuluh ribuan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Boleh  ditawar tidak?” tanya temanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Boleh,  namanya juga harga.” Jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Yang ini  sebungkus tujuhribu limaratus, saya ambil empat bungkus!” kata temanku  yang paling hobi melakukan transaksi tawar menawar. Aku sering merasa  tidak enak hati kalau berbelanja dengannya karena tawarannya selalu jauh  dari harga yang ditawarkan. Seperti tadi, ikan asin seharga duapuluh  ribu ditawarnya menjadi tujuhribu limaratus rupiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Belum bisa,  pak!” Jawab sang pedagang. “Kalau yang ini boleh deh.” Ia menawarkan  ikan asin yang harganya sepuluhribuan. Temanku diam saja, seolah tidak  berminat. Ia melanjutkan menikmati makanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sehari bisa  dapat uang berapa?” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tanyaku kepada salah  seorang perempuan penjual yang sejak awal diam saja, kecuali  memperhatikan temanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kalau lagi ramai bisa dapat di atas seratus ribu. Bahkan  bisa sampai limaratus ribu, kalau lagi musim liburan.” Yang paling  gemuk, namanya Onah, menjawab tanyaku. Sedangkan yang kutanya tetap diam  saja, hanya tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Musim liburan itu kapan saja, bu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Lebaran (Idul  Fitri), Natal dan Tahun Baru. Itu yang paling ramai.” Selesai  menjawabku, ia kembali menurunkan harga kepada temanku yang makin asyik  dengan makanannya. Aku sudah hafal tabiatnya, ia memasang sikap tak  butuh, kalau sedang menawar harga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kalau liburan  sekolah, ada pengaruhnya tidak?” tanyaku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Liburan  sekolah biasa saja. Anak-anak sekolah yang liburan ke pantai, tidak ada  yang pernah beli ikan asin. Tapi kalau guru-gurunya, beli juga sih. Tapi  jumlahnya sedikit.” Kisahnya sambil memilah ikan asin dan mulai  menurunkan harga kepada temanku. Yang sedang asyik makan hanya  menggelengkan kepala saja. Kupikir, tega sekali temanku ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kalau tamu  rombongan seperti itu” aku menunjuk ke arah rombongan yang masih asyik  bermain di pantai, “sering tidak datang ke sini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kalau  rombongan begitu sih, biasanya dari perusahaan. Tapi sekarang masih  berenang. Percuma ditawarin. Paling nunggu pas mereka istirahat, baru  kita tawarin.” Kata bu Onah. Rupanya ia sudah berpengalaman sehingga  memahami kapan saatnya menawarkan ikan asinnya kepada tamu di pantai  ini. Bu Onah masih saja mendesak temanku. Kini ia menurunkan harganya  menjadi sepuluh ribu asal mau ambil lima bungkus. Temanku baru menoleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Pakai  formalin nggak?” Tanya temanku, sebuah pertanyaan yang aku yakin sekedar  menutupi perasaannya karena sudah pura-pura tak acuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kita olah  sendiri, pak. Dijamin tidak pake formalin. Lihat formalin saja saya mah,  belum pernah. Dijamin deh pak!” jawab bu Onah meyakinkan. Senang juga  temanku bisa mendapatkan lima bungkus ikan asin dengan uang  limapuluhribu rupiah saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Bagaimana  dengan persaingan sesama pedagang?” tanyaku sambil menikmati udang  goreng yang renyah sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kita mah  semuanya kompak, pak. Tidak ada yang bersaing.” Sahut bu Onah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Masing-masing  sudah pada tahu jatahnya. Jadi tidak merebut pembeli.” Wah, sejak awal  baru kali ini pedagang yang lebih kurus bicara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menurut cerita  mereka, pedagang ikan itu kompak. Mereka bahkan merupakan keluarga  sedarah atau tetangga yang saling percaya. Berbagi rezeki dan calon  pembeli, merupakan kebiasan baik mereka. Memang ada juga satu-dua orang  yang serakah. Yang seperti itu biasanya tak bertahan lama. Sebab tak ada  satupun yang mau menolong saat si serakah tak satupun berhasil menjual  dagangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hari  ini sudah dapat berapa?” aku tanya kepada yang lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Baru  empatpuluh ribu.” Jawab yang kurus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Bu Onah sudah  dapat berapa?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Baru yang barusan, limapuluh ribu.” Jawabnya sambil  tersenyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Kalau sampai  maghrib tak ada juga pembeli, bagaimana? Berarti hanya dapat segitu  dong.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Dapat berapa  juga disyukurin saja. Malah kemarin hanya laku satu, sepuluh ribu  saja!” bu Onah sepertinya pandai menyukuri hasil usahanya. Tak ada  kecewa apalagi merasa tersaingi oleh sesamanya. Karena memang segitulah  rezekinya hari itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sering dapat banyak atau sedikit?” tanyaku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Pokoknya  tergantung kita, pak. Kalau kita salah menawarkan ke pembeli, dapatnya  sedikit. Tapi biasanya kalau saya sih, lumayan. Bisa menutupi kebutuhan  anak-anak.” Ungkap bu Onah. Mungkin yang dimaksud oleh bu Onah adalah  tergantung bagaimana dia melakukan &lt;i&gt;personal marketing&lt;/i&gt; kepada  calon pembelinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bisa jadi pada hari yang lain rezekinya lebih baik dari  hari ini. Cara berpikir seperti itu jelas tidak membuatnya frustasi dan  tetap menjalani nasib sebagai penjaja Ikan Asin. Seorang pedagang memang  biasa menerima kenyataan kalau penghasilannya tidak &lt;i&gt;flat&lt;/i&gt; seperti  pegawai. Selalu mengalami pasang surut. Semua tergantung dari &lt;i&gt;personal  marketing&lt;/i&gt; yang dilakukannya terhadap semua orang yang ditemuinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Personal  Marketing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; adalah kekuatan seorang pedagang ataupun sales. Seperti  yang dilakukan oleh para perempuan penjaja ikan asin ini. Untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari, mereka membantu suami dengan berdagang keliling.  Inilah wujud persamaan tanggung-jawab yang mereka pahami sebagai bakti  terhadap suami. Merekalah &lt;a href="http://blogdetik.com/"&gt;inspiring  woman&lt;/a&gt; yang dapat kita temui di sepanjang obyek wisata pantai Anyer. (&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;MT&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1918814587649427566?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1918814587649427566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/perempuan-pinggir-pantai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1918814587649427566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1918814587649427566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/04/perempuan-pinggir-pantai.html' title='Perempuan Pinggir Pantai'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S8_GehdKVyI/AAAAAAAABDc/HZAR9zXWZpk/s72-c/47.+Onah+-+ikan+asin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1284225232401662403</id><published>2010-03-01T14:26:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T14:26:06.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie janda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Kenapa Mie Janda ada di Buku Guru Kehidupan?</title><content type='html'>Artikel ini repost dari website &lt;a href="http://miejanda.com/article/24028/mie-janda-dalam-buku-guru-kehidupan.html"&gt;Mie Janda.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4670_1136960634921_1554528140_330633_6820480_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4670_1136960634921_1554528140_330633_6820480_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah keberkahan bagi kedai sahaja yang bernama Mie Janda. Bagaimana tidak, setelah diliput sasiun televisi, dikupas di banyak web dan blog, kini Mie Janda juga dimuat dalam sebuah buku dahsyat karya &lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;Mataharitimoer&lt;/a&gt; yang berjudul "Guru Kehidupan, Belajar Kaya dari Si Miskin" yang diterbitkan oleh Literati pada Januari 2010. Buku ini memuat&amp;nbsp; tiga puluh kisah inspiratif tentang hidup terhormat dalam keterbatasan. Dan Mie Janda dikupas pada kisah sembilan yakni di halaman ke-68 sampai dengan halaman ke-74 buku tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan kenapa Mie Janda dimuat dalam buku Guru Kehidupan ini adalah karena Mie Janda merupakan satu unit usaha yang memiliki kesadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, atau yang biasa dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR). Meski Mie Janda masih merupakan usaha berskala kecil atau menengah, tapi Mie Janda dianggap telah mampu melakukan tindakan mulia tersebut. Hal ini bisa dilihat dari adanya dana yang dialokasikan untuk dana sosial, yakni 2,5 % dari omzet Mie Janda langsung dialokasikan untuk membantu anak yatim dan dhuafa, membantu korban bencana dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;Mataharitimoer&lt;/a&gt;, sang penulis buku tersebut datang langsung ke Mie Janda pada tanggal 20 Januari 2010 untuk menyerahkan salah satu bukunya sebagai hadiah. Ini merupakan moment indah bagi para kru Mie Janda yang akhrnya bisa bersua dengan penulis novel fenomenal yang berjudul "&lt;b&gt;Jihad Terlarang&lt;/b&gt;" itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski dalam buku Guru Kehidupan ada kesalahan pencantuman alamat Mie Janda. Yang seharusnya Mie Janda terletak di Cibinong (Bogor) dan Cilodong (Depok) tetapi di buku tertulis Cimanggis dan Margonda (Depok), toh semangat, pesan dan hikmah yang disuguhkan penulis tidak menjadi berkurang. Jadi, buku ini layak dibaca bukan hanya karena di dalamnya dimuat tentang Mie Janda, tapi karena buku ini bisa membuat para pembacanya terajak untuk menjadi pribadi yang kuat, bersemangat, dan pandai bersyukur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1284225232401662403?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1284225232401662403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/03/kenapa-mie-janda-ada-di-buku-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1284225232401662403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1284225232401662403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/03/kenapa-mie-janda-ada-di-buku-guru.html' title='Kenapa Mie Janda ada di Buku Guru Kehidupan?'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-3177278963272743497</id><published>2010-02-15T23:09:00.000+07:00</published><updated>2010-02-15T23:09:56.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bedah buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Bedah Buku Guru Kehidupan di NFBS Anyer</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3lxmaWzKJI/AAAAAAAAA8M/Fw0Axj5gEaY/s1600-h/pacheko.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3lxmaWzKJI/AAAAAAAAA8M/Fw0Axj5gEaY/s320/pacheko.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sabtu, 13 Februari 2010 OSIS SMAI Nurul Fikri Boarding School dan Learning Resource Center NFBS menyelenggarakan acara Bedah Buku Guru Kehidupan. Hadir dalam acara tersebut, penulis buku Guru Kehidupan, Mataharitimoer dan Pak Mustaya, salah seorang sosok yang ada dalam buku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dimoderatori oleh Hari Untung Maulana, mendapatkan sambutan yang meriah dari seluruh siswa dan juga dewan guru NFBS Anyer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara tersebut, MT (sapaan akrab penulis) diminta untuk menjelaskan tentang latar belakang, proses kreatif, dan memotivasi para pelajar untuk giat menulis. Dalam kesempatan itu, MT menjawab pertanyaan moderator, tentang makna keempat bab yang ada dalam buku yang diterbitkan oleh Literati (imprint dari penerbit Lentera Hati). "Ada 4 tema yang mengikat setiap artikel dalam 4 bab, yaitu konsistensi, ketulusan, syukur, dan kemuliaan." terang MT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3lxvPrKMEI/AAAAAAAAA8U/WYS3qWzVYx4/s1600-h/panitia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3lxvPrKMEI/AAAAAAAAA8U/WYS3qWzVYx4/s320/panitia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada kesempatan yang sama, Pak Mustaya mengungkapkan keterkejutannya ketika mengetahui kalau dirinya ada dalam buku Guru Kehidupan. "Saya diberitahu oleh teman saya (Bima, red) tentang keberadaan saya pada buku MT. Terus terang saya terkejut. Saya ini hanya seorang supir. Saya tak menyangka kalau obrolan saya dengan kang MT akan dibukukan." ungkap Pak Mustaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bedah buku yang bertempat di panggung Kolam Renang NFBS itu dibuka oleh Direktur Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri, Ustadz Muhammad Damiri, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar buku Guru Kehidupan dapat memberikan manfaat besar bagi orang-orang yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ditutup dengan games yang dipandu oleh moderator. 3 siswa SMAI NFBS beruntung mendapatkan gratis masing-masing sebuah buku Guru Kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-3177278963272743497?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/3177278963272743497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/bedah-buku-guru-kehidupan-di-nfbs-anyer.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3177278963272743497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3177278963272743497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/bedah-buku-guru-kehidupan-di-nfbs-anyer.html' title='Bedah Buku Guru Kehidupan di NFBS Anyer'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3lxmaWzKJI/AAAAAAAAA8M/Fw0Axj5gEaY/s72-c/pacheko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-4445155427143908801</id><published>2010-02-10T17:39:00.000+07:00</published><updated>2010-02-10T17:39:17.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mataharitimoer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='julie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Menengok Diri</title><content type='html'>Review Guru Kehidupan oleh &lt;a href="http://gerhanacoklat.wordpress.com/2010/02/10/guru-kehidupan-mataharitimoer/"&gt;Julie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tumpukan kertas bernama buku yang sedang kugenggam dan kulumat huruf-hurufnya itu diberi judul &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Guru-Kehidupan/246878563466"&gt;Guru Kehidupan &lt;/a&gt;. sepanjang usiaku belum pernah sekalipun tertarik untuk sekedar melongok ke dalam lembaran buku bertemakan profil manusia sejenis biografi. memanglah aku tau buku ini bukan semacam biografi, namun (gak pake “bang”) sebuah oretan tentang daya hidup orang-orang dalam keterbatasannya. daya hidup.&lt;br /&gt;itulah inti dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3KMhHsnnUI/AAAAAAAAA78/z_meu0BqbRs/s1600-h/yuli.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3KMhHsnnUI/AAAAAAAAA78/z_meu0BqbRs/s320/yuli.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ketika mendapati “bocoran” kover bukunya sebelum terbit, terang-terangan aku sudah tak suka dengan warnanya. KUNING (sejak kapan kow suka warna kuning praz?) dan sepanjang hari berdebat kenapa harus kek gitu hurufnya dll dan hanya dijawab dengan jawaban “quantum satis” oleh sang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ketika menerima offline di kedua belah tanganku, langsung kubuka lembarannya,mencari katakata dan tandatangan penulisnya dan kalimat kalimat pendahulunya.&lt;br /&gt;meski pernah membaca naskah aslinya yang lebih lengkap dari kang MT, namun aku tak keberatan untuk membacanya lagi. kalimat kalimat yang memenuh kertas kecoklatan itu memang seperti menyihir. hidup.begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;Mataharitimoer&lt;/a&gt; membawaku menengok ke diri, betapa beruntungnya hidupku dan segala yang kupunya patut disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tengoklah ke dalam dirimu, ke dalam jiwamu, karena setiap orang juga mampu menjadi GURU kehidupan bagi dirinya sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi yang berminat dapat gratisannya silakan ikuti event menulis di&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/02/01/buku-gratis-dari-mt/"&gt; blog mataharitimoer&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-4445155427143908801?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/4445155427143908801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/menengok-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4445155427143908801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4445155427143908801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/menengok-diri.html' title='Menengok Diri'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S3KMhHsnnUI/AAAAAAAAA78/z_meu0BqbRs/s72-c/yuli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1747719812143004698</id><published>2010-02-08T17:21:00.000+07:00</published><updated>2010-02-08T17:21:15.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi untuk negeri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ponaryo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='becak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilkada'/><title type='text'>Tak Kenal Maka Tak Kesal</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}@font-face	{font-family:Garamond;	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}p.isiartikel, li.isiartikel, div.isiartikel	{mso-style-name:"isi artikel";	mso-style-unhide:no;	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:10.0pt;	font-family:"Garamond","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;saya nggak ikut nyoblos… nggak mau pusing lah sama begituan! &lt;br /&gt;Yang penting kita sih bisa makan saja!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;” &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;– Ponaryo, Tukang Becak, Ciceri, Serang –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2_kEmkXQNI/AAAAAAAAA70/l4-DdOQ9ctY/s1600-h/45.+Ponaryo+-+becak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2_kEmkXQNI/AAAAAAAAA70/l4-DdOQ9ctY/s320/45.+Ponaryo+-+becak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Senang sekali melihat keceriaan tukang becak di Prapatan Ciceri, Serang, Banten. Siang itu ada pawai pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Semua kontestan atau pendukung sang calon menggelar kampanye damai. Jadi semuanya kampanye bareng. Massa &lt;i&gt;numpra&lt;/i&gt; di jalan. Begitupun dengan tukang becak ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Ceria banget pak?" tanyaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Senang aja, udah lama gak liat pawai!" Kata pak Ponaryo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Apalagi disoting, masuk tipi ya mas?!" Celetuk tukang becak yang satunya. Melihat aku merekam situasi dan juga merekam mereka dengan &lt;i&gt;video camera&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Bukan, mas. Saya bukan wartawan TV. Cuma buat pribadi aja." Jawabku. Sebenarnya mau menjawab aku blogger, tapi gak perlu lah, ntar jadi harus menjelaskan apa itu blogger.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"mendukung yang mana, mas?" Selaku kepingin tahu partisipasi mereka dalam pilkada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Ah, saya sih nggak tau deh yang mana yang bener. &lt;i&gt;Sing&lt;/i&gt; penting &lt;i&gt;rame&lt;/i&gt;!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Punya harapan apa untuk pejabat baru?" tanyaku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Ah, nggak tau deh…. " skeptis banget si Bapak ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Yang penting becak nggak digusur!!" Celetuk &lt;i&gt;driver&lt;/i&gt; becak yang masih muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Akupun mendekatinya, "Memang ada kemungkinan becak dilarang di sini, mas?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Lha, bisa aja. kan di Jakarta udah nggak ada becak. Kita minggir kemari, kalo digusur juga…."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Gimana penghasilan hari ini, mas?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Wah, &lt;i&gt;perei&lt;/i&gt;! semua orang nggak ada yang mau naik becak. Semua pake kendaraan sendiri."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Lagian mana ada yang mau pake becak?" yang muda menambahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kalau diajak pawai, mau nggak, mas?" tanyaku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Kalo ada uangnya ya mau. Itung-itung ngganti setoran." jawaban sambil mesem-mesem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Pernah ikutan pawai seperti ini, mas?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Pernah, waktu pemilu kemaren. Lumayan, sehari dapet 10-20 ribu. Tergantung siapa yang ngajak."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Pemilu kemarin ikut pawai dari partai apa?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Banyak! Pokoknya siapa yang mau kasih uang capek, kita sih ikut aja. Dari pada nggak makan!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Lalu waktu pemilu nyoblos salah satu partai yang ngajak pawai dong?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dia mesem-mesem… "Hehehe… saya nggak ikut nyoblos… nggak mau pusing lah sama begituan! Yang penting kita sih bisa makan saja!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Di antara beberapa calon, siapa yang kira-kira diharapkan menang nih?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Sapa ya?" Dia melihat pamflet yang dibagikan oleh peserta kampanye. Ada dua pamflet di tangannya, Calon nomor 1 dan nomor 2. "Lha, emang sapa aja sih?" Dia bertanya kepada beberapa temannya dan kembali melihat pamfletnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tidak ada yang kenal, pak?" selaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Boro-boro!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kalau tak kenal mana bisa sayang, pak” candaku sambil tersenyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ah, nggak papa. Justru tak kenal maka tak kesal, ha ha ha...” jawabnya spontan, kita semuapun tertawa. Kupikir-pikir, benar juga apa yang dinyatakan pak Ponaryo ini, kalau kita tak kenal, maka tak perlu kesal jika ternyata yang dipilih mengecewakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Begitulah kalangan tukang becak. Yang mereka pikirkan hanyalah uang untuk makan. Tidak mau memikirkan hal-hal lain yang tak mereka butuhkan. Kita tak bisa menyalahkan mereka karena tidak mau ikut memilih saat pemilu. Ada hal yang lebih penting untuk mereka, yaitu uang yang harus didapatkan untuk langsung dipakai buat makan keluarganya. Karena itu, wajar pula jika mereka mau saja diajak untuk kampanye multipartai, yang penting dibayar. Kita tak bisa menilai mereka oportunis. Mereka begitu justru karena mereka fokus pada urusannya saja, tidak mau usik terhadap urusan orang lain. Yang penting dapat makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isiartikel" style="margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1747719812143004698?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1747719812143004698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/tak-kenal-maka-tak-kesal.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1747719812143004698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1747719812143004698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/tak-kenal-maka-tak-kesal.html' title='Tak Kenal Maka Tak Kesal'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2_kEmkXQNI/AAAAAAAAA70/l4-DdOQ9ctY/s72-c/45.+Ponaryo+-+becak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-6043701620512410457</id><published>2010-02-03T23:06:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T23:06:04.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alifmagz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Kisah Orang-orang Berhati Kaya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Judul &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin &lt;/em&gt;[Guru Kehidupan, 30 Kisah Inspiratif Tentang Hidup Terhormat dalam Keterbatasan]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penulis &lt;/strong&gt;Mataharitimoer&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penerbit &lt;/strong&gt;Literati&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahun &lt;/strong&gt;Cetakan 1, Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Volume &lt;/strong&gt;238 halaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2me1pBjdsI/AAAAAAAAA7g/i7BpFEc0SPE/s1600-h/buku+gk+alifmagz.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2me1pBjdsI/AAAAAAAAA7g/i7BpFEc0SPE/s320/buku+gk+alifmagz.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kaya bukan hanya berarti punya harta berlimpah. Kaya bisa juga berarti punya jiwa besar dalam mengarungi bahtera hidup. Orang disebut kaya bisa pula berarti secara ekonomi dia pas-pasan, tapi secara batin, dia bahagia, sabar, dan ikhlas menerima kenyataan hidup. Mungkin pengertian kaya seperti inilah yang coba ditampilkan dalam 30 kisah inspiratif dalam buku &lt;em&gt;Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin &lt;/em&gt;[Guru Kehidupan]. Buku karangan Mataharitimoer ini berisi 30 kisah inspipratif tentang hidup terhormat dalam keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bukunya ini, Mataharitimoer mengumpulkan 30 narasumber dari berbagai profesi dan pekerjaan, yang rata-rata dari golongan marginal. Lewat narasinya dengan subjek penutur “aku” Mataharitimoer berbagi pengalaman saat dirinya bertemu beberapa orang di beberapa tempat saat mengais rezeki dengan caranya sendiri, misalnya jadi tukang semir, pemain kecapi, &lt;em&gt;office boy&lt;/em&gt;, dagang nasi uduk, sampai bisnis lewat media blog internet. Memang sosok-sosok seperti mereka bukanlah sosok luar biasa. Setiap hari kita bisa melihat mereka di berbagai tempat. Tapi sampai sejauh manakah kita mengenal mereka? Dan bagaimana mereka bisa bertahap hidup dengan profesinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ada di buku ini. Mataharitimoer memperkenalkan kepada kita orang-orang yang berjuang agar bisa tetap survive. Kita bisa mengambil pelajaran dan memetik hikmah dari buku ini bahwa setiap orang bisa hidup dengan cara halal. Karenanya, buku inspiratif ini bisa berguna bagi siapa saja, bahkan bagi koruptor yang ingin segera insyaf. « &lt;strong&gt;[&lt;a href="http://alifmagz.com/2010/02/03/kisah-orang-orang-berhati-kaya/"&gt;yogira&lt;/a&gt;]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sumber : &lt;a href="http://alifmagz.com/2010/02/03/kisah-orang-orang-berhati-kaya/"&gt;alifmagz&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-6043701620512410457?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/6043701620512410457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/kisah-orang-orang-berhati-kaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/6043701620512410457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/6043701620512410457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/kisah-orang-orang-berhati-kaya.html' title='Kisah Orang-orang Berhati Kaya'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2me1pBjdsI/AAAAAAAAA7g/i7BpFEc0SPE/s72-c/buku+gk+alifmagz.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-8784563749267402141</id><published>2010-02-01T12:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-01T12:55:27.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karmin winarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Ke Orang Biasa pun Kita Bisa Berguru</title><content type='html'>&lt;i&gt;Review GK oleh &lt;a href="http://fanabis.blogdetik.com/2010/01/30/ke-orang-biasa-pun-kita-bisa-berguru/#comment-152473"&gt;Karmin Winarta&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2ZspWeW9xI/AAAAAAAAA7Y/fjx7QExHZik/s1600-h/kw.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2ZspWeW9xI/AAAAAAAAA7Y/fjx7QExHZik/s320/kw.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;konon mereka yang tak berpendidikan formal, biasanya belajar dengan hati. skill mereka di era teknologi yang perkembangannya begitu cepat ini tak laku. di lirik lagu mereka disebut orang pinggiran. di hasil riset marketing mereka masuk kelompok E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun bagi seorang &lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;mataharitimoer&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mereka semua dianggap gurunya. laki-laki yang biasa di sapa mt itu mempunyai sudut pandang unik. dari perjalanannya ke daerah-daerah di seluruh indonesia ia banyak menjumpai orang-orang biasa yang punya pemahaman hidup sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rupanya mt sedang melakukan dekontruksi-dekontruksi. ketika semua orang berlomba-lomba mencari tempat belajar terekslusif, dia sengaja memilih “jalanan” sebagai area belajarnya. ketika banyak orang berbondong-bondong berkiblat pada cerdik cendekia dan ulama dia memilih rakyat jelata sebagai panutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada buku keduanya ini, mt menceritakan perjumpaanya dengan orang-orang biasa yang lebih inspiratif dibanding apa yang diceramahkan motivator. menurutnya apa yang disampaikan motivator itu telah menjadi bagian dari hidup keseharian orang-orang yang ditemuinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalnya ketika berbincang dengan mak encoh penjual nasi uduk, mang toha penjual bajigur atau mang saslan pedagang kue putu ia selalu menemukan pencerahan. orang-orang yang itu mampu mendedahkan pemahaman mengenai kebijakan hidup tanpa sepatah kata pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan membaca &lt;strong&gt;guru kehidupan&lt;/strong&gt; ini, mt mencoba menyentak kesadaran kita bahwa untuk memahami bagaimana memaknai hidup kita tak perlu belajar dari depak coopra atau ikut seminar cara cepat mencapai makrifat di hotel-bintang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan membaca 30 kisah-kisah inspiratif ini kita akan termotivasi untuk menjalani hidup tanpa keluhan, makian dan penyesalan. mt seolah mengingatkan kepada pembacanya, kebahagiaan itu tidak datang dari hal-hal di luar diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang paling inspiratip adalah kutipan dari kakek penjaga mushola, “ketika tak ada lagi orang yang sudi mendengarmu, siapa lagi yang paling mulia telinganya selain Tuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;judul buku : guru kehidupan&lt;br /&gt;penulis : matahari timur&lt;br /&gt;jumlah hal : 238&lt;br /&gt;penerbit : lentera hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-8784563749267402141?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/8784563749267402141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/ke-orang-biasa-pun-kita-bisa-berguru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/8784563749267402141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/8784563749267402141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/02/ke-orang-biasa-pun-kita-bisa-berguru.html' title='Ke Orang Biasa pun Kita Bisa Berguru'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2ZspWeW9xI/AAAAAAAAA7Y/fjx7QExHZik/s72-c/kw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-4557000344969854098</id><published>2010-01-31T00:53:00.001+07:00</published><updated>2010-01-31T00:56:49.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event guru kehidupan di sekitar kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Guru Kehidupan di Sekitar Kita</title><content type='html'>Banyak guru kehidupan di sekitar kita. Anda bisa menemukannya hanya beberapa langkah dari tempat anda duduk. Bisa jadi mereka ada di dekat rumah, kantor, sekolah, kampus, dan lain tempat dimana anda sering keluyuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 buku Guru Kehidupan yang kami sediakan bagi blogger yang terpilih. Caranya, buat sebuah tulisan di blog anda dengan tag "guru kehidupan". Lebih jelas, silakan ikuti cara mainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tulisan berisi tentang sosok guru kehidupan yang anda temukan. Gaya tulisan boleh seperti penulisan dalam buku Guru Kehidupan karya MT. Boleh juga dengan gaya anda sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lengkapi postingan tersebut dengan potret sang guru kehidupan yang anda wawancarai.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tulisan harus karya anda sendiri, bukan ciplakan karya orang lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulisan merupakan postingan yang anda publish setelah pengumuman ini dipublish. Jadi bukan tulisan lama yang telah anda posting sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulisan bersifat inspiratif, tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan disintegrasi nasional.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertakan TAG "&lt;span style="color: red;"&gt;guru kehidupan&lt;/span&gt;" pada tulisan anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap orang bebas menulis lebih dari satu postingan tentang guru kehidupan yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendaftaran gampang. Tuliskan informasi pada kolom komentar pada pengumuman ini, seperti :&lt;br /&gt;Nama : nama anda&lt;br /&gt;URL Blog : alamat blog anda&lt;br /&gt;Link : alamat (url) link postingan pada blog anda, yang anda ikutkan dalam event ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda mengizinkan postingan tersebut kami re-post pada blog ini dengan tetap menyertakan link ke blog anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai pelengkap, pasang banner Guru Kehidupan pada blog anda. copy/paste kode banner di bawah postingan ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Event ini dibuka sejak dipublikasikan dan ditutup pada &lt;span style="color: red;"&gt;27 Pebruari 2010&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengumuman 5 blogger yang mendapatkan 5 buku GK, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;06 Maret 2010&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ini kode bannernya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Rx4XuHQ7I/AAAAAAAAA7Q/gWe3iDxh67Y/s1600-h/banner+GK.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Rx4XuHQ7I/AAAAAAAAA7Q/gWe3iDxh67Y/s320/banner+GK.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&amp;lt;a href="http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://mataharitimoer.blogdetik.com/files/2010/01/banner-gk.jpg" border="0" alt="gurukehidupan"&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;Jabat erat!&lt;br /&gt;MT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-4557000344969854098?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/4557000344969854098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/guru-kehidupan-di-sekitar-kita.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4557000344969854098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4557000344969854098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/guru-kehidupan-di-sekitar-kita.html' title='Guru Kehidupan di Sekitar Kita'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Rx4XuHQ7I/AAAAAAAAA7Q/gWe3iDxh67Y/s72-c/banner+GK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-4109026321288507758</id><published>2010-01-31T00:40:00.000+07:00</published><updated>2010-01-31T00:40:35.247+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mataharitimoer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Penyapu Gerbong KRL</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cmt%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Cambria;	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Begini saja sebenarnya malu. Tapi gimana lagi, jadi orang kantoran susah...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;– Sadikin, Tukang Sapu KRL, Kemayoran –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Ruxv3k9vI/AAAAAAAAA64/e2GyRQ6l7To/s1600-h/34.+Sadikin+-+Sapu+KRL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Ruxv3k9vI/AAAAAAAAA64/e2GyRQ6l7To/s320/34.+Sadikin+-+Sapu+KRL.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Badannya masih sehat. Tak ada cacat. Ia mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istrinya dengan bermodalkan sapu uduk yang dipotong tangkainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari gerbong ke gerbong ia membersihkan lantai kereta. Di kolong bangku biasanya banyak sampah yang diselipkan oleh penumpang KRL. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maklum, membuang sampah pada tempatnya belum menjadi budaya bagi rakyat kita. Lagipula pengelola kereta tak menyediakan tempat sampah di gerbong-gerbong yang setiap hari dipenuhi oleh sampah manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Koq, nggak ke gerbong sebelah, bang?” tanyaku. Setelah mendapatkan recehan, ia duduk di sebelahku, dekat pintu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Udah tiga gerbong. Cukup...” jawabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Cuma tiga gerbong? Nggak semua gerbong disapu?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Bagi-bagi sama yang lain. Kan bukan saya aja yang nyapu.” Bang Sadikin menceritakan tentang rekan seprofesinya, yang kebanyakan anak-anak. Ternyata ada kesepakatan tak tertulis di antara mereka tentang pembagian gerbong pada setiap kereta yang jalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Bagus juga, jadi ada saling pengertian ya?” pujiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kalo nggak begitu, kasihan anak-anak. Mereka pasti takut sama yang lebih gede.” Jawab bang Sadikin yang tinggal di sekitar Pasar Senen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tidak semua orang memberi upah. Gimana perasaan abang?” tanyaku menelusuri hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kalo satu gerbong nggak ada yang ngasih sama sekali, sih... kesal juga. Tapi mau diapain lagi, itu mah, nasib! Lagi sial kali!” kuperhatikan tangannya dekil. Debu sudah melekat kuat di jari-jemarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Pernah saya lihat, teman abang yang masih anak-anak itu memaksa minta uang dari penumpang. Suka begitu juga nggak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Hehehe... malu ah. Kalo anak-anak sih, wajar. Mereka kadang merasa jagoan. Yach... anak-anak...” ia tersenyum membayangkan rekannya yang masih kecil-kecil. Sepertinya ia memang tak pernah memaksa untuk minta uang kepada penonton. Kuperhatikan tadi, ketika ada penumpang yang acuh, ia hanya melewati saja sambil tersenyum dan melanjutkan menyapu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Saya salut sama abang. Tidak mau mengemis!” pujiku lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Wah, nggak berani saya! Begini saja sebenarnya malu. Tapi gimana lagi, jadi orang kantoran susah...” ia tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sehari bisa dapat berapa, bang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Tergantung rezeki. Kadang bisa 10-20 ribu. Malah pernah Cuma dapat 700 perak, hehehe...” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Hari ini?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Belum tau deh. Biasanya baru dihitung kalo udah mau pulang sih...” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kulihat hasil kerjanya cukup bersih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Kadang ada juga yang buang sampah cair, bahkan meludah di gerbong. Tidak jijik?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Udah biasa sih, nggak! Kan didebuin dulu, baru bisa diangkat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bang Sadikin benar-benar bekerja di gerbong ini. Kadang kulihat ada juga anak-anak yang sekedar menggoyang-goyangkan sapu, tapi sampah tak terambil. Ada juga yang hanya meminggirkan sampah di pojokan gerbong. Tapi bang Sadikin berbeda. Ia selalu membawa plastik untuk memasukkan sampah di tiap gerbong, untuk dibuang di tempat sampah di stasiun ketika ia turun untung berganti kereta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Debu, plastik, kertas, kardus, bekas bungkus makanan atau minuman kemasan dibersihkan dari lantai gerbong ini. mungkin hanya satu yang tak bisa ia bersihkan, yaitu prasangka penumpang kereta, yang tidak jarang mencurigai macam-macam. Kadang ia disikapi seolah mau mengemis. Kadang dipandang seolah mau menjambret tas. Begitulah resiko yang dihadapi oleh bang Sadikin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kadang kita yang nasibnya agak lebih baik, suka berprasangka buruk kepada mereka yang mengais rezeki di jalan… walaupun mereka adalah sebagian dari guru kita, guru kehidupan. [MT]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-4109026321288507758?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/4109026321288507758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/penyapu-gerbong-krl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4109026321288507758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/4109026321288507758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/penyapu-gerbong-krl.html' title='Penyapu Gerbong KRL'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S2Ruxv3k9vI/AAAAAAAAA64/e2GyRQ6l7To/s72-c/34.+Sadikin+-+Sapu+KRL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1219234156084913857</id><published>2010-01-21T23:45:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T23:45:01.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>Review Guru Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Sebuah Review buku Guru Kehidupan dari sesepuh blogger blogdetik (dBlogger), &lt;a href="http://anjari.blogdetik.com/2010/01/21/guru-kehidupan/"&gt;Eyang Anjari.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;"dari kisah mereka, kita bisa belajar tentang bagaimana bisa hidup kaya dan terhormat di tengah lilitan kekurangan ekonomi. mereka patut diteladani meski cuma orang biasa, &lt;br /&gt;karena mereka adalah guru yang sesungguhnya"&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;[guru kehidupan : mataharitimoer]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1iEcRVPTNI/AAAAAAAAA6w/sL_k4oa52lQ/s1600-h/anjari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1iEcRVPTNI/AAAAAAAAA6w/sL_k4oa52lQ/s320/anjari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;sebuah buku mungil bersampul dominan warna kuning diserahkan langsung oleh penulisnya kepada saya. buku dengan judul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=262945484729&amp;amp;h=c783a687b28514ddc855a9dc269d0d52&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpages%2FGuru-Kehidupan%2F246878563466%3Fv%3Dphotos%23%2Fpages%2FGuru-Kehidupan%2F246878563466" target="_blank" title="http://www.facebook.com/pages/Guru-Kehidupan/246878563466?v=photos#/pages/Guru-Kehidupan/246878563466"&gt;guru kehidupan&lt;/a&gt;: belajar hidup kaya dari si miskin”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tulisan dari seorang kawan blogger, &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=262945484729&amp;amp;h=c53cd877248374d5364eb70dcdb2036d&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fmataharitimoer.blogdetik.com%2F2010%2F01%2F21%2F857%2F" target="_blank" title="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/21/857/"&gt;mataharitimoer&lt;/a&gt;. atau biasa dikenal dengan &lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=262945484729&amp;amp;h=9e984bf6577e60eae4f44d23f48c1906&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhttp%3A%2F%2Fmataharitimoer.blogdetik.com" target="_blank" title="http://http://mataharitimoer.blogdetik.com"&gt;mt&lt;/a&gt;. saya merasa tersanjung, karena menurut penulisnya, saya termasuk orang yang sudah didaftar untuk dihadiahi buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari sudut substansi materi, buku ini sangat menarik. menuturkan 30 kisah hidup orang yang mengandung hikmah dan nilai pelajaran yang dapat diteladani oleh siapa saja. tokoh-tokoh ini memiliki satu kesamaan; hidup dalam keterbatasan ekonomi, keuletan kerja dan kesabaran menjalani kehidupan. mereka berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. ada penjual makanan, pengemis, pengamen, tukang parkir, pesuruh, penyedia jasa, wirausaha dan bahkan blogger. orang-orang yang oleh mt disebut guru kehidupan ini, merupakan teman atau orang yang tak sengaja ditemui dalam perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mt mencoba menggali sisi keuletan dan perjuangan hidup tokohnya. kemudian memformulasikan sebuah nilai atau hikmah yang dapat dijadikan teladan kehidupan. mt relatif berhasil memunculkan kesederhanaan cerita-cerita yang dikisahkan tersebut menjadi sebuah buku yang sarat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalnya pada bagian cerita yang berjudul “tongseng ceria” dengan subjudul “memelihara pelanggan ala pedagang tongseng”, mt mengambil pelajaran hidup dari kesuksesan penjual tongseng bagaimana melayani pelanggan. kuncinya hanya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“jangan pernah merengut kalau lagi jualan. pantangan”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sebenarnya dalam persepektif ilmu pemasaran modern khususnya &lt;em&gt;customer satisfaction&lt;/em&gt; ini hal yang biasa saja. tetapi penjual tongseng pinggir jalan ini tentu belum pernah mendapatkan ilmu pemasaran modern tersebut, namun dia telah menjalankan nilai itu sebagai kiat menarik pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak pelajaran dari para kehidupan guru kehidupan yang dikisahkan mt. tentang semangat dan tak kenal menyerah yang ditunjukan penjual minuman botol yang kakinya buntung. integritas seorang penjual jasa potret dari “kamera langsung jadi” yang tetap menekuninya hingga usia tua. juga kisah wiraswasta penterjemah dan legalisasi dokumen yang menerapkan manajemen keluarga secara konsisten. dan masih banyak kisah menarik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buku guru kehidupan ini berukuran 13 x 19 cm dengan ketebalan 238 halaman sehingga terasa pas di tangan. secara umum desainnya menarik dengan menampilkan foto para tokoh cerita yang hitam putih. disaput warna kuning menyala dengan tulisan judul buku yang eye catching. buku ini terdiri dari 30 kisah yang terbagi menjadi 4 bagian. masing-masing kisah diceritakan rata-rata dalam 3 lembar atau 5 sampai 6 halaman. berikut dilengkapi dengan foto aktivitas tokohnya dengan petikan kalimat hikmah yang menjadi nilai cerita. judul kisahnya pun dibuat sedemikian menarik, dengan subjudul sebagai &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa mengurangi menariknya buku guru kehidupan ini, ada beberapa yang perlu mendapatkan perhatian. dari sisi sampul, jika buku ini memang menempatkan “guru kehidupan” sebagai judul, penulisannya kurang menonjol. justru lebih mencolok subjudulnya “belajar hidup kaya dari si miskin”. karena ditulis dengan jenis huruf bold expanded, ukurannya lebih besar dan warna huruf hitam diatas dasar putih. sementara “guru kehidupan” ditulis dengan huruf condensed dan berwarna merah diatas dasar kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada juga pengantar penerbit yang menjelaskan secara ringkas mengapa buku ini begitu penting dan berarti bagi pembacanya. juga tidak keterangan mengapa kisah-kisah itu dibagi menjadi 4 bagian. apakah masing-masing bagian itu mempunyai perbedaan nilai tertentu. juga kualitas dan ukuran foto sebagai ilustrasi buku perlu diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyangkut gaya bertutur dan penulisan, saya tak meragukan kemampuan mt. buku ini begitu enak di baca. akan lebih menarik jika penulis mengeksplorasi lebih dalam setiap tokoh. meskipun saya yakin, penulis dihadapkan pada pilihan: memperbanyak tokoh dengan cerita yang relatif pendek, atau tokohnya dibatasi dengan memperdalam kisahnya. tentu semua itu sudah melalui pertimbangan yang matang baik oleh penulis maupun penerbitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai catatan akhir, buku ini buah karya dari seorang blogger yang kualitas tulisanya tidak diragukan. kisahnya sederhana namun mempunyai hikmah dan nilai sebagai guru kehidupan. sukses selalu untuk mataharitimoer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1219234156084913857?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1219234156084913857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/review-guru-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1219234156084913857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1219234156084913857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/review-guru-kehidupan.html' title='Review Guru Kehidupan'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1iEcRVPTNI/AAAAAAAAA6w/sL_k4oa52lQ/s72-c/anjari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-6524562223880028905</id><published>2010-01-20T21:45:00.001+07:00</published><updated>2010-01-20T21:47:58.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Guru Kehidupan dari Mataharitimoer</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sebuah review buku Guru Kehidupan dari seorang blogger blogdetik, &lt;a href="http://anny.blogdetik.com/2010/01/20/guru-kehidupan-dari-mataharitimoer/#comment-9574"&gt;Ani Berta&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1cXWmzZh6I/AAAAAAAAA40/QQoPVOIUUtM/s1600-h/ani+berta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1cXWmzZh6I/AAAAAAAAA40/QQoPVOIUUtM/s320/ani+berta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Buku setebal 238 Halaman dengan cover foto foto guru kehidupan karya seorang &lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/2010/01/15/dblogger-keluarga-yang-seru/"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dblogger&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang akrab dipanggil MT, yang penuh inspirasi ini, mengundang penasaran dan membuat ingin membaca sampai tuntas saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 30 cerita yang merupakan isi dari obrolan penulis dengan 30 orang guru kehidupan yang sarat makna dan inspirasi, membuat pembaca merasa luluh dari kesombongan dan mengurai rasa tak bersyukur menjadi sesuatu hal yang membuat kita merasa telah diberi anugrah tiada tara dari Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 30 cerita inspirasi yang diantaranya adalah &lt;b&gt;Kisah ke 19 , seorang anak tukang semir sepatu&lt;/b&gt; yang melakukan bisnis kecilnya ini berprinsip pada landasan kejujuran, kejujuran menggunakan semir asli tanpa oplosan yang bisa menguntungkan banyak, dia punya keyakinan kalau kejujuran itu akan menghasilkan rezeki yang berkah juga pelanggan setia, dari sini kita dapat berkaca bahwa pebisnis kelas bawah bisa yakin tidak kekurangan rezeki dan mau memberi kualitas dan sesuatu yang terbaik buat orang banyak tanpa keuntungan semata, sementara orang kalangan atas rata rata korupsi gak puas puasnya dan pengusaha besar banyak kecurangan mengoplos produknya dengan bahan bahan yang kadang membahayakan konsumen, rasanya kita perlu belajar dari sini akan arti kejujuran dan keyakinan bahwa kita tak akan hilang rezeki dengan berbuat jujur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi &lt;b&gt;kisah ke 3 yaitu, kisah Pak Arsyad Kadir&lt;/b&gt; yang berani berubah dalam pilihan yang sulit, ketika banyak yang menyepelekan usaha MLM dan memandang sebelah mata, namun Pak Arsyad mau mencoba bukan sekedar mencoba tapi usaha dan menekuni pilihannya dengan menghadapi segala rintangan, resiko dan konsekuensinya tanpa pedulikan pengaruh orang yang tidak support, hasilnya beliau mendapatkan buah keberhasilannya itu karena ternyata MLM jika dikerjakan dengan baik dan tekun akan menuai hasil dari usahanya, ini bukti usaha tekun dan ulet tidak ada yang sia sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;a href="http://easy.blogdetik.com/"&gt;&lt;b&gt;kisah ke 4, ini cerita inspiratif dari seorang dblogger&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang akhir akhir ini sedang sibuk sekali dengan toko online nya, banyak teman teman yang belajar darinya bagaimana mengelola toko online, namanya Lies, dia tak pernah pelit untuk membagi ilmunya karena ia sadar bahwa semua yang ia dapatkan dan ia raih adalah berkat hubungan pertemanan yang baik dengan semua orang, ia dapat mewujudkan toko online, supplier barang dan lain sebagainya adalah dukungan dari pertemanan di dunia maya dan nyata, saat merantau ke Palembang pun ia tak menemui kendala apapun karena dapat mandiri dengan memulai usaha bermodal kamar kost dan sebuah komputer dan modem serta jalinan relasi pertemanan. Pelajaran yang dapat dipetik adalah betapa pentingnya rasa kepercayaan yang ditanamkan sama teman kita dan kita pun dituntut sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada 27 cerita inspiratif dari guru kehidupan yang lain dalam buku ini, dari beragam profesi dan corak masyarakat, yang dituturkan penulis dengan gaya santai sehingga tak sulit untuk menyerap pelajaran yang terkandung didalamnya, gaya dialog lebih mendominasi sehingga semakin asyik dibaca.&lt;br /&gt;Dari keseluruhan cerita dapat dipetik pelajaran berharga tentang betapa tingginya nilai diri kita dan berkah hidup yang kita dapat dari Nya selama ini, walau dalam hal yang terbatas namun jika kita dapat menanggapi dan mengelolanya dengan tepat dan penuh rasa syukur akan menjadikan semua itu anugrah tak ternilai yang tak dapat dibandingkan dengan mercedes, berlian atau istana megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita telah punya rasa bahagia dari hidup mandiri dan tidak menyusahkan orang malah kita telah memberi arti bagi orang lain dengan sesuatu dan kemampuan yang kita punya dalam kapasitas kita.&lt;br /&gt;Buku yang patut melengkapi koleksi buku teman teman nih, jika mau pesan silahkan hubungi&amp;nbsp; email&amp;nbsp;&lt;b&gt; &amp;nbsp;&lt;a href="mailto:mataharitimoer@gmail.com%C2%A0" title="mailto:mataharitimoer@gmail.com "&gt;mataharitimoer at gmail.com&amp;nbsp;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Guru-Kehidupan/246878563466"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Klik Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-6524562223880028905?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/6524562223880028905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/guru-kehidupan-dari-mataharitimoer.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/6524562223880028905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/6524562223880028905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2010/01/guru-kehidupan-dari-mataharitimoer.html' title='Guru Kehidupan dari Mataharitimoer'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/S1cXWmzZh6I/AAAAAAAAA40/QQoPVOIUUtM/s72-c/ani+berta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-5300236389968618428</id><published>2009-12-27T23:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T23:19:00.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hamid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='veteran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Abdul Hamid : Pesan Sang Veteran</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Sekali tidak jujur, hidup tidak akan benar! Pasti dapat masalah terus!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;– &lt;b&gt;Abdul Hamid Surya&lt;/b&gt;, Veteran, Stasiun Kota –&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/5-abdul-hamid-veteran-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/5-abdul-hamid-veteran-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: left;"&gt;Sejak pertamakali melihatnya di Peron Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, aku sudah tertarik padanya. Dandanannya rapih. Ia mengenakan kemeja batik warna coklat. Kacamata hitam membuatnya lebih menarik perhatian. Dan yang paling menarik bagiku sebuah pin yang menempel di pecinya yang lapuk. Itu adalah sebuah pin yang hanya dimiliki oleh orang yang mendapatkan penghargaan atas jasanya, sebagai veteran. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Veteran adalah julukan yang diberikan pemerintah kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata (resmi maupun kelaskaran) dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merekalah yang berjibaku langsung di &lt;em&gt;front&lt;/em&gt; rakyat untuk menghalau penjajah dari negeri ini.&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Abdul Hamid Surya. Kesempatan bicara dengannya kudapatkan ketika ia sibuk mencari-cari korek api untuk menyulut rokok kreteknya. Kuberikan padanya sebuah korek api gas. Iapun tersenyum dan berucap terima kasih. Di bangku peron, kami berbincang berdua.&lt;br /&gt;“Mau kemana, pak?” tanyaku setelah memotretnya.&lt;br /&gt;“Kroya!” jawabnya tegas. Mulutnya kembali menghisap rokok kretek merk lama yang masih eksis sampai saat ini.&lt;br /&gt;“Sendiri saja, tidak ada yang mengantar, pak?”&lt;br /&gt;“Memang kenapa? Dari dulu saya sering jalan sendiri.” Setiap bicara, ia selalu memperhatikan lawan bicaranya. Menatapku, hingga aku agak canggung karena ia berkacamata hitam. Aku sulit melihat tatapan matanya.&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa sih, cuma khawatir saja, perjalanan ke Kroya lumayan jauh.” Alasan spontanku.&lt;br /&gt;“Ah, dari dulu bapak nggak pernah takut! Siapa yang berani macam-macam, saya lawan!” jawabnya tegas. Asap rokok dari mulutnya terbuang cepat.&lt;br /&gt;“Waktu bapak berperang dulu, adakah sedikit rasa takut?” tanyaku mengharapkan ia bercerita.&lt;br /&gt;“Rasa takut itu pasti ada. Tapi karena dulu, yang ada di pikiran semua bangsa adalah perang, maka hati kitapun terpacu untuk berani melawan penjajah” Jawabannya tegas.&lt;br /&gt;“Apakah saat itu bapak sudah menikah?”&lt;br /&gt;“Belum!”&lt;br /&gt;“Sekarang banyak anak muda yang takut mati sebelum menikah. Bagaimana saat bapak muda dulu?”&lt;br /&gt;“Hohoho… nikah? Itu belum terpikir, dik!” ia memanggilku adik, “Kalaupun ada teman-teman saya yang sudah punya pacar, tapi mereka siap mati demi membela bangsa!”&lt;br /&gt;“Akhirnya mereka gugur, pak?”&lt;br /&gt;“Tidak semua.”&lt;br /&gt;“Apa yang bapak rasakan selama hidup sejak zaman perang, zaman Sukarno, Suharto, Habibie, Gusdur, Mega, hingga SBY kini?”&lt;br /&gt;“Hanya satu hal : kejujuran semakin ditinggalkan!” katanya sambil menghisap rokok kreteknya yang tinggal setengah. “Dulu, waktu kami berperang. Kami paling anti untuk mengambil harta yang tersisa dari bangkai penjajah yang kami bunuh. Walaupun ada saja orang-orang yang tetap mencuri dompet, gelang, jam, atau apapun yang melekat pada tubuh bangkai yang tak berdaya itu. Kami berjuang dengan jujur, kami hanya mencari kemerdekaan, bukan harta!”&lt;br /&gt;“Padahal, mereka itu kan penjajah, pak. Bukankah wajar kalau hartanya diambil buat orang yang membunuhnya?” selaku.&lt;br /&gt;“Menurut kamu begitu, tapi sebagai pejuang sejati, yang kami cari bukan itu. Kami pantang mencuri sepeserpun dari bangkai panjajah!”&lt;br /&gt;“Dosa, ya pak?” aku menegaskan.&lt;br /&gt;“Bukan! Bukan hanya dosa! Tapi perjuangan kami jadi sia-sia!” tak kusangka penegasanku salah.&lt;br /&gt;“Walaupun hanya jam tangan saja, pak?”&lt;br /&gt;“Sekali tidak jujur, hidup tidak akan benar! Pasti dapat masalah terus!” tegasnya.&lt;br /&gt;“Kini bagaimana pak?” tanyaku singkat.&lt;br /&gt;“Seperti yang saya bilang tadi, KEJUJURAN para pengayom negeri makin tipis. Mungkin yang memimpin sekarang adalah mereka yang ketika perang, mencuri harta dari bangkai penjajah itu….” hm… sederhana namun mendalam sekali jawaban pak Hamid. “Makin hari, para pengayom negeri ini semakin kebablasan dalam memperjuangkan kemerdekaan! Bangsa kita makin banyak masalah! Saya yakin, ini pasti ada yang tidak jujur!”&lt;br /&gt;“Lho, memang sekarang masih berjuang demi kemerdekaan, pak?” tanyaku&lt;br /&gt;“Selamanya kita berjuang mencari kemerdekaan, terutama dari penjajahan nafsu terhadap hati kita! Itu yang semakin hari semakin kami lihat, para pengayom negeri ini belum merdeka! Itu perjuangan yang saat ini harus kita perjuangkan!”&lt;br /&gt;“Berarti kejujuran itu begitu penting dalam perjuangan ya, pak?”&lt;br /&gt;“Kejujuran itu tak ada habisnya! Dari dulu sampai mati, kita harus berani jujur!” nasehatnya padaku.&lt;br /&gt;Ia kembali menyulut sebatang rokok. Aku kembali menyalakan korek api dan menyulutinya. Hisapan pertama begitu dalam. Asapnya diseolah-olah ditelan, lalu dihembuskan melalui lubang hidungnya. Ia masih belum berhenti bercerita. Perjuangan melawan penjajah adalah kisah yang paling semangat ia ceritakan. Hampir semua orang yang juga duduk di peron stasiun ini, memperhatikan perbincangan kami. Lebih tepatnya, memperhatikan pak Hamid, yang kini sudah berusia 86 tahun. Yang sedang menunggu kereta menuju rumahnya, di Kroya.&lt;br /&gt;“Apa yang bapak inginkan sebelum dipanggil Tuhan?” sebenarnya aku enggan menanyakan hal ini, khawatir ia tersinggung karena aku menanyakan tentang kematian.&lt;br /&gt;“Apa? Nggak ingin apa-apa. Mati ya mati! Lha orang mau mati koq mikirin macam-macam!”&lt;br /&gt;“Maaf pak, maksud saya, kalau Bapak meninggal, apakah ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, seperti para pejuang atau tentara yang lainnya?”&lt;br /&gt;“Ah dimana saja, terserah Tuhan mematikan saya dimana, di situlah saya dikubur. Karena kami pejuang, dimanapun kami siap mati!”&lt;br /&gt;Banyak tutur kata yang patut kita renungkan dari pak Hamid. Ia menjadikan kejujuran sebagai prinsip perjuangannya. Meskipun banyak peluang untuk mencuri harta hasil perjuangan, tapi ia tak mau melakukannya. Dan baginya kejujuran hanya bisa dilakukan oleh orang yang jiwanya merdeka.&lt;br /&gt;Sebagai pejuang tua, ia tak khawatir mati di mana saja. Iapun tak punya keinginan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, yang merupakan prestise bagi keluarga para pejuang. Di manapun ia mati, di situlah ia minta dikuburkan. [&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-5300236389968618428?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/5300236389968618428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/abdul-hamid-pesan-sang-veteran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5300236389968618428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/5300236389968618428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/abdul-hamid-pesan-sang-veteran.html' title='Abdul Hamid : Pesan Sang Veteran'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-7974193358488123191</id><published>2009-12-27T23:15:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T23:15:53.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mudrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang gila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Mudrik : Orang Gila</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sudah! Diam saja, biarkan saja mereka ngomong! Jangan didengarkan!”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- &lt;strong&gt;Mudrik&lt;/strong&gt;, Orang Gila, Ciparay-Anyer -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/26-mudrik-n-wife-stress-300x224.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/26-mudrik-n-wife-stress-300x224.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Keduanya duduk di bale depan warung nasi Suka Rasa di Ciparay, Anyer. Yang lelaki bertopi haji. Rambutnya panjang melewati bahu. Banyak tanah dan debu yang melekat di beberapa helai rambut itu. Tangannya asyik melinting rokok. Namanya pak Mudrik. Orang-orang di sekitar warung yang kutanya bilang, “Orang gila!”&lt;br /&gt;Ia didampingi seorang perempuan. Rambutnya gimbal. Tanah dan kotoran berupa serpihan daun menjadi perekat dan penghias rambut kusam dan awut-awutan. Tatkala ia tersenyum, aku sempat melihat giginya yang hitam-hitam. Orang-orang yang kutanya bilang, “Itu istrinya, gila juga!”&lt;br /&gt;Pak Mudrik mendapat predikat gila dari masyarakat setelah diketahui gagal bunuh diri. Mulanya ia kecewa kepada orang tuanya karena tak juga membelikannya sepeda motor. Saat itu ia sudah menikah dengan istrinya yang pertama. Kekecewaan itu ditambah dengan tekanan batin atas sikap istri dan keluarganya, pak Mudrik lantas nekad gantung diri. Tapi Allah tak berkenan atas kematiannya. Ia hanya mengerang merasakan sakit pada lehernya yang terjerat. Sejak itulah ia dianggap gila.&lt;br /&gt;Pak Mudrik sering jalan kaki sepanjang jalan. Dari Anyer sampai Padarincang, kira-kira 30 kilometer lebih, merupakan jalurnya. Beberapa kali ia hidup bersama dengan perempuan yang juga gila. Dengan perempuan Jawa, ia pernah mempunyai anak. Lahirnya di sebuah kios Pasar Cinangka. Perempuan Jawa itu meninggal karena tabrak lari. Beruntung ada orang Jakarta yang mengambil anak tersebut dan mengadopsinya. Sedangkan pak Mudrik, kembali pada dunianya sendiri. Bertemu perempuan gila lagi, kawin lagi, ganti lagi, hingga beberapa bulan ini selalu bersama dengan perempuan Sunda berbaju hijau.&lt;br /&gt;“Ngomongin saya, ya?!” istrinya menghampiriku, marah dalam bahasa sunda. Aku heran, ia mengetahui isi perbincanganku dengan orang-orang di warung nasi ini.&lt;br /&gt;“Memangnya saya tidak tahu kalau kamu ngomongin saya!” Bentaknya! Masih dalam bahasa sunda yang tak aku mengerti. Aku baru paham setelah diberitahu artinya oleh pemilik warung yang rutin memberi Mudrik makanan.&lt;br /&gt;“Sudah! Diam saja, biarkan saja mereka ngomong! Jangan didengarkan!” Sang Suami, yang bernama Mudrik itu memanggil istrinya agar tidak lagi memarahi kami. Juga dalam bahasa Sunda. Sang istripun menurut dan mereka berdua kembali duduk di depan warung nasi, memandang ke arah pantai.&lt;br /&gt;Aku bergegas dari warung nasi, melanjutkan perjalanan. Sebelum memasuki mobil, aku menghampirinya sebentar, menganggukkan kepalaku di depannya, bermaksud mohon maaf atas ketersinggungannya.&lt;br /&gt;Begitulah, kehidupan pak Mudrik, orang gila yang kutemui di Ciparay. Mengapa aku mengangkat topik orang gila? Karena biasanya kita memang tak pernah mau mencoba peduli dengan mereka yang kita anggap gila. Kita terlalu menjaga jarak dengan mereka yang gila. Salah satu yang membuat orang menjadi gila adalah karena kurangnya perhatian. Jika kitapun tak sudi memberi perhatian saat mereka gila. Maka merekapun makin merasa kesepian di tengah kehidupan yang amat ramai.&lt;br /&gt;Kitapun pasti berpikir agar sebaiknya orang-orang gila itu direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa. Pemerintah mestinya memberikan perhatian buat mereka. Bukannya membiarkan mereka berkeliaran di jalan. Ada yang bilang, RS Jiwa sudah tak muat lagi buat orang gila. Makanya mereka dibiarkan punah secara alamiah. Tragis sekali jika anggapan tersebut sebuah kebenaran. Kita tak pernah mengetahui berapa anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk orang-orang seperti Mudrik. Adakah?&lt;br /&gt;Pak Mudrik memang gila. Tapi selama gila, dia tak pernah mengganggu orang lain yang waras. Justru yang sering terjadi sebaliknya, orang-orang waras yang mengusir apabila Mudrik duduk istirahat di pinggir jalan atau di depan rumahnya.&lt;br /&gt;Kita sering tidak peduli terhadap orang lain, apalagi jika orang lain itu kita anggap gila. Jangankan untuk membiarkannya diam di depan rumah kita, untuk memberi sepiring makanan saja, sepertinya kita merasa jijik. Padahal, bisa jadi Tuhan mengirim orang gila di depan rumah kita, untuk menguji sebesar apa hati kita untuk tidak menganggapnya kecil dibanding kita, untuk menguji apakah kita masih merasa paling mulia dibanding manusia lain. [&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-7974193358488123191?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/7974193358488123191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/mudrik-orang-gila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/7974193358488123191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/7974193358488123191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/mudrik-orang-gila.html' title='Mudrik : Orang Gila'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1138594621159654203</id><published>2009-12-27T22:42:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T22:42:44.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jamu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Wanti : Tantangan Penyedia Jamu Gendong</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;em&gt;“Dari pada saya pulang setiap bulan, mendingan uangnya saja yang dikirim ke kampung.” &lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;b&gt;Wanti&lt;/b&gt;, Penjaja Jamu, Merak Banten&amp;nbsp;-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/39-wanti-penjaja-jamu-300x224.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/39-wanti-penjaja-jamu-300x224.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hampir satu jam aku di Ferry yang akan menyebrangkanku dari Merak ke Bakauheni. Urat-urat badanku terasa ngilu. Mungkin karena sejak awal aku asyik menikmati lautan selat Sunda ini dari Dek. Sementara angin senja begitu besar. Tiba-tiba aku teringat, sepertinya beberapa menit lalu ada seorang tukang jamu yang melintasiku. Kemanakah gerangan dia?&lt;br /&gt;Aku mencarinya ke arah parkiran truk. Biasanya tukang jamu paling berharap dengan rezeki supir truk. Mereka malah menjadi seperti langganan tetap. Benar saja. Aku menemukannya sedang memberikan segelas jamu kepada salah seorang supir truk. Akupun memesan jamu anti masuk angin, dicampur telur bebek, cairan brotowali yang amat pahit dan sedikit pemanis.&lt;br /&gt;“Ndak sekalian pake urat madu, mas?” tanyanya dengan gaya bicara Jawa yang lemah lembut.&lt;br /&gt;“Urat madu? apa itu?” aku benar-benar tak mengerti. Dalam kepalaku ketika mendengarnya adalah urat dari cairan madu. Tapi benakku sendiri menolak, masak sih madu ada uratnya…&lt;br /&gt;“Ini &lt;em&gt;lho&lt;/em&gt;, kapsul urat madu. Bisa bikin kuat dan tahan lama.”&lt;br /&gt;“Bisa buat &lt;em&gt;charger&lt;/em&gt; hape, dong!” candaku.&lt;br /&gt;“Bukan buat hape, tapi buat begini, lho!” ia mengepalkan tangannya. Ibu jarinya dijepit antara jari telunjuk dan jari tengah. Lalu ia menjelaskan tentang khasiat kapsul tersebut sekali lagi, mulai dari A sampai Z. mulai dari urusan ereksi sampai durasi. “Murah, mas. Cuma 25 ribu perbungkus. Isinya 2 kapsul.” Begitu akhir penjelasannya.&lt;br /&gt;“Memang kapsul seperti itu banyak peminatnya?” tanyaku kepada mbak Wanti yang menyimpan kembali sebungkus kapsul urat madu karena mengerti kalau aku tak berminat.&lt;br /&gt;“Banyak juga. Biasanya supir yang suka pesan.”&lt;br /&gt;“Untuk mereka pakai dimana? Di kapal ini?”&lt;br /&gt;“Ada yang di sini, ada juga yang di luar. Namanya juga supir, suka mampir.” Mbak Wanti mesem-mesem. Walaupun aku tak percaya sepenuhnya. Karena temanku juga supir, dan ia adalah suami yang setia kepada istrinya.&lt;br /&gt;“Suka digodain nggak, mbak?”&lt;br /&gt;“Ya sering”&lt;br /&gt;“Dilayani nggak?”&lt;br /&gt;“Kadang dilayani, ya kadang ndak. &lt;em&gt;Lha&lt;/em&gt; namanya juga orang jualan.” Ia menceritakan pula pengalaman teman-teman seprofesinya yang kadang tak bisa menolak ketika dipaksa kencan oleh lelaki yang birahinya sudah diujung kepala. Tapi baginya, kalau hanya sekedar bercengkrama saja, tak masalah.&lt;br /&gt;“Sudah berkeluarga, mbak?” kupotong ceritanya karena kurang tertarik untuk membahasnya.&lt;br /&gt;“Suami saya di Jawa jadi petani. Anak saya baru 1, baru masuk SMP.” Lalu mbak Wanti berkisah tentang kehidupannya dengan suami dan anaknya ketika ia masih di Solo.&lt;br /&gt;“Tiap bulan pulang, mbak?”&lt;br /&gt;“Si mas ini… bikin saya jadi kepingin pulang kampung saja.” Merenung. Entah merenungi nasib keluarganya atau nasibnya di atas kapal penyebrangan ini.&lt;br /&gt;“Pulangnya seberapa sering, mbak?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Tidak setiap bulan, mas.”&lt;br /&gt;“Lho, katanya kangen. Koq tidak setiap bulan?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Mas ini nggak ngerti nasib orang kecil.” Sanggahnya.&lt;br /&gt;“Maksudnya bagaimana, mbak? Saya benar-benar nggak ngerti koq.” Ungkapku.&lt;br /&gt;“Penghasilan tukang jamu, ndak besar, mas. Dari pada saya pulang setiap bulan, mendingan uangnya saja yang dikirim ke kampung.” Begitu penjelasannya.&lt;br /&gt;“Oh, begitu… saya mengerti, mbak.” Sahutku. Dan iapun tersenyum.&lt;br /&gt;“Uangnya dikirim pake wesel atau ditrasfer lewat bank?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Hihihi… si mas ini, saya ndak punya bank, mas!” maksudnya pasti tidak punya account di bank.&lt;br /&gt;“Berarti pakai wesel ya, mbak?”&lt;br /&gt;“Ndak! Kan setiap bulan ada teman-teman sekampung yang suka bawa truk juga. Atau ada juga teman-teman jamu yang mau pulang. pokoknya siapa saja. Nah, uang itu saya titipkan.”&lt;br /&gt;“Yakin uang itu bakal sampai ke rumah di kampung?” justru aku yang tak yakin.&lt;br /&gt;“Yakin, mas. Lha wong dari dulu, kita ini sering begitu. Orang-orang sekampung itu saling percaya, mas. Ndak seperti orang kota.” Jawabnya penuh keyakinan.&lt;br /&gt;“Cara nge-ceknya gimana, kalau uang itu yakin sampai?” selidikku.&lt;br /&gt;“Ndak usah di cek, mas! Pokoknya kalau sesama orang sekampung, pasti percaya!” ia tetap bertahan pada keyakinannya.&lt;br /&gt;“Hebat! Bisa saling percaya seperti itu.” Pujiku.&lt;br /&gt;“Yach, yang namanya orang kampung, sederhana saja, mas. Kalau yang namanya titipan, pasti sampai. Karena kalau tidak sampai, ndak bakalan dipercaya lagi. Malu dengan orang sekampung.”&lt;br /&gt;Kehidupan yang keras buat mbak Wanti yang lemah lembut. Ia mengorbankan tenaga, waktu, dan pikirannya untuk menghidupi anaknya. Tidak jarang ia dikira mau-mau saja melayani lelaki hidung belang. Bagi mbak Wanti, resiko pekerjaannya memang seperti itu, dikira perempuan gampangan. Memang ada beberapa teman seprofesinya yang tak bisa menolak bujuk paksa lelaki iseng. Tapi tidak baginya. Ia selalu kuat untuk menghindari segala hal yang bisa merusak nilai perjuangan hidupnya.&lt;br /&gt;Setiap pekerjaan memang memiliki resiko. Begitupun dengan pekerjaan kita, dimana saja kita bekerja, selalu saja ada godaan untuk melakukan hal-hal yang asusila. Kita bisa belajar dari keteguhan hati seorang penjual jamu, untuk tetap berjuang bagi mereka yang dicintainya di rumah.[&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1138594621159654203?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1138594621159654203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/wanti-tantangan-penyedia-jamu-gendong.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1138594621159654203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1138594621159654203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/wanti-tantangan-penyedia-jamu-gendong.html' title='Wanti : Tantangan Penyedia Jamu Gendong'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-1843221482942874277</id><published>2009-12-27T22:35:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T22:35:43.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Parno : Pelarian Untuk Kembali Pulang</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-weight: normal; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Nggak enak, kalau sampai orang tua tahu, kami hidup seperti ini. &lt;br /&gt;Apalagi kalau mertuaku tahu anaknya melarat bersamaku” &lt;/em&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;- &lt;b&gt;Parno&lt;/b&gt;, Pengamen, Labuan -&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/28-parno-ngamen-190x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/28-parno-ngamen-190x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Banyak orang yang merasa bangga jika bertemu dengan orang-orang terkenal. Baik dari kalangan artis, politikus, apalagi birokrat. Seakan-akan pertemuannya itu dapat mengubah nasibnya. Seakan-akan orang terkenal itu bagai dewa yang selalu disanjung kata.&lt;br /&gt;Jarang sekali, kita merasa bangga ketika bertemu dengan seorang gelandangan yang &lt;em&gt;survive&lt;/em&gt; dengan memulung sampah, seorang ibu tua renta penjual pecel yang keliling dari kampung ke kampung demi menghidupi anak cucunya, seorang petani miskin yang tetap bertenaga walau kekurangan &lt;em&gt;stock&lt;/em&gt; beras di dapurnya, termasuk bertemu sepasang pengamen karaoke keliling yang mencari nafkah untuk memenuhi kehidupannya.&lt;br /&gt;“Sudah lama menikah?” Tanyaku kepada suaminya.&lt;br /&gt;“Setahun lebih.” Jawabnya&lt;br /&gt;“Sudah lama mengamen bersama?”&lt;br /&gt;“Kira-kira 4 bulan, terpaksa, mas. Habis kena PHK. Cari kerja lagi susah. Ijasah SMP sudah tak laku. Jadinya begini, deh.” Ternyata sebelumnya ia tinggal di Tangerang sebagai buruh pabrik.&lt;br /&gt;“Kenapa berdua? Bukannya lebih enak kalau si mbak, menunggu saja di rumah?” saranku.&lt;br /&gt;“Ehm….” Mereka tersenyum “Menunggu dimana, mas? Lha wong kita sudah nggak sanggup bayar kontrakan. Jadi sekarang, kita tinggal dimana saja. Yang penting tetap bersama-sama.” Ia mencurahkan kisahnya, tapi tanpa ekspresi sedih. Ia tersenyum ketika bercerita.&lt;br /&gt;Bathinku tersayat mendengar penjelasannya barusan. Walaupun nasib mereka begitu tragis, tapi mereka tetap bisa bercerita dengan senyuman. Itu yang membuatku semakin kecil dibandingkan mereka. Jarang sekali kita membanggakan kaum lemah yang sebenarnya punya daya hidup yang sangat hebat dan patut diambil hikmahnya.&lt;br /&gt;“Memang mas dan mbak, aslinya dari mana?”&lt;br /&gt;“Cirebon!” Jawab sang suami. Sang istri lebih sering menundukkan kepala. Mungkin ia malu melihatku banyak ingin tahu.&lt;br /&gt;“Keluarga di kampung semua?”&lt;br /&gt;“Ada juga yang di Jakarta… eh… Bekasi deh?” ia meralat ucapannya lalu tertawa.&lt;br /&gt;“Mereka tahu kalau kalian hidup seperti ini?”&lt;br /&gt;“Nggak!”&lt;br /&gt;“Andai mereka tahu, bagaimana?” desakku&lt;br /&gt;“Mudah-mudahan nggak ada yang tahu. Nggak enak, kalau sampai orang tua tahu, kami hidup seperti ini. Apalagi kalau mertuaku tahu anaknya melarat bersamaku.”&lt;br /&gt;“Memang mba merasa melarat menjadi istri mas Parno?” aku mencoba menyapa istrinya yang pemalu. Ia menjawabnya dengan menggelengkan kepala. Entah, apakah pertanda ia tidak merasa melarat, atau pertanda ia tak mau menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;“Tapi, bisa saja keluarga ada yang tahu, mas. Kan kadang-kadang kita suka ketemu sama teman sekampung?”&lt;br /&gt;“Mudah-mudahan nggak, lah. Nanti saja kalau saya sudah tidak seperti ini, baru ketemu…” harapannya.&lt;br /&gt;“Jadi nggak selamanya akan mengamen begini, ya mas?”&lt;br /&gt;“Nggak lah! Kasihan dia” ia mengelus rambut istrinya yang semakin merunduk malu.&lt;br /&gt;“Kapan rencana mas akan mengakhiri karier seperti ini?” ia tertawa mendengar pertanyaanku barusan. Ia tak sepakat kalau aku menyebut ini sebagai karier. Ia lebih suka dianggap sebagai pelarian sementara.&lt;br /&gt;“Pokoknya, sebelum lebaran nanti, saya sudah tak mau begini lagi. Kan kami harus pulang kampung.” Ia menjelaskan pula bahwa yang dilakukan ini hanyalah usahanya untuk mengumpulkan ongkos dan sedikit oleh-oleh buat keluarga di kampung.&lt;br /&gt;“Setelah itu mau kembali lagi ke Jakarta?”&lt;br /&gt;“Kayaknya nggak deh, mas. Kita sudah sepakat, mau tinggal di kampung saja. Saya bisa jadi kuli atau apa saja lah. Yang penting istri bisa senang.” Jawaban seorang suami yang jantan menurutku.&lt;br /&gt;“Apa terkejar buat ongkos dan oleh-oleh?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Dijalani saja mas. Saya nggak bisa ngira-ngira. Pokoknya kita harus pulang!” tekadnya kuat.&lt;br /&gt;Ternyata mengamen bukanlah pekerjaan mas Parno. Hanya pelarian agar bisa mengumpulkan uang untuk kembali pulang. Hal ini ia lakukan agar keluarga di kampung tidak merasakan kemelaratannya. Bagi orang lain bisa jadi, mas Parno dianggap sedang menipu keluarganya. Tapi kalau kita mau meresapi niat baiknya, insya Allah kita akan menilai mas Parno sebagai seorang suami yang tetap mempertanggungjawabkan cintanya kepada sang istri. Sebagai anak, ia adalah anak yang tak mau orang tuanya merana jika mengetahui nasib anaknya yang nelangsa. (&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;MT&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-1843221482942874277?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/1843221482942874277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/parno-pelarian-untuk-kembali-pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1843221482942874277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/1843221482942874277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/parno-pelarian-untuk-kembali-pulang.html' title='Parno : Pelarian Untuk Kembali Pulang'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1661419706335501352.post-3589732403378110296</id><published>2009-12-27T22:14:00.000+07:00</published><updated>2009-12-27T22:14:46.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kehidupan'/><title type='text'>Flo : Mencari Keramahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“to go with life flow, good agreement with life”&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;- &lt;b&gt;Florence Thiriez&lt;/b&gt;, Animal lover, Medan -&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/Szd5tI2lOGI/AAAAAAAAA3w/t27VvnlTpAQ/s1600-h/30.+flo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/Szd5tI2lOGI/AAAAAAAAA3w/t27VvnlTpAQ/s320/30.+flo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketika pertama kali datang ke Kantor Fauna &amp;amp; Flora International, Medan, perempuan yang punya &lt;em&gt;nickname&lt;/em&gt; ‘tete-rouge’ atau si “Rambut Merah” ini dengan percaya diri menyatakan, &lt;em&gt;“I can teach the guys in the forest, besides a doctor, I’m also an English teacher,”&lt;/em&gt; dengan bahasa Inggris berdialek Perancis. Itulah Florence Thiriez. Seorang dokter asal Perancis yang mengabdikan dirinya untuk kegitan-kegitan peduli lingkungan, terutama perlindungan fauna. &lt;br /&gt;“Kenapa Anda tertarik untuk bergabung dalam kegiatan konservasi di sini, Flo?” Flo adalah panggilan sehari-harinya.&lt;br /&gt;“Karena saya sangat suka dengan alam yang asri, saya menyukai hutan dan kampung-kampung yang tenang. Makanya saya memilih tinggal di Tangkahan atau Bukitlawang yang dekat dengan hutan Leuser, jika berkunjung. Saya berharap bisa menyumbangkan ilmu saya tentang pengobatan herbal untuk kasus darurat bagi teman-teman yang bekerja di hutan, misal digigit ular, perawatan hewan (animal care), dan &lt;em&gt;animal communication &lt;/em&gt; yang baru saja saya pelajari tahun lalu. Dan di Indonesia adalah tempat yang tepat buat saya. Karena di sini banyak teman-teman seide dan sejalan yang peduli dengan pelestarian lingkungan, khususnya hewan.” Jawab Flo ramah.&lt;br /&gt;“Boleh tahu, apa profesi Anda di negara Anda sendiri?” tanyaku tentang latar belakang profesinya di Paris, Perancis.&lt;br /&gt;“Saya adalah dokter spesialis kandungan di sebuah rumah sakit di Paris. Tapi sebelumnya, lebih 20 tahun saya bekerja sebagai dokter ahli &lt;em&gt;natural medicine&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;“Kenapa Anda tidak konsentrasi saja pada profesi kedokteran modern? Kenapa mau-maunya Anda mengurusi hewan di sini?” aku penasaran.&lt;br /&gt;“Di Paris ini bukan hal yang aneh. Seorang dokter memang dituntut memiliki beberapa kemampuan spesial lainnya, &lt;em&gt;sub-specialist&lt;/em&gt;, agar memiliki ilmu yang komprehensif tentang kesehatan.”&lt;br /&gt;“Lalu Anda memilih mengurusi hewan, bukan manusia?” tanyaku makin dalam.&lt;br /&gt;“Oh tidak. Saat inipun saya tetap menangani manusia. Namun saya lebih cenderung menangani penyakit yang diderita manusia dengan pengobatan alami. Sebisa mungkin mengurangi konsumsi obat-obatan kimia. Karena sudah jelas, kimia itu memberikan efek negatif bagi tubuh kita.” Wajar ia menjawab seperti ini, karena memang ia juga seorang dokter ahli &lt;em&gt;natural medicine&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;“Bagaimana cara anda melakukan terapi natural terhadap pasien?”&lt;br /&gt;“Bisa dengan tanah liat, buah, sayuran, &lt;em&gt;urine&lt;/em&gt;, bisa juga dengan puasa. Nah di kalangan teman-teman di sini, saya sedang mengajarkan penanganan &lt;em&gt;emergency&lt;/em&gt; terhadap gigitan ular. Karena teman-teman adalah orang yang lebih sering aktif di hutan daripada di kota.” Jawabnya diiringi senyumnya yang ramah.&lt;br /&gt;“Penyakit apa saja yang bisa anda tangani?” pertanyaan spontan.&lt;br /&gt;“Penyakit apapun, saya berusaha membantu mengobatinya. Hanya satu penyakit yang saya tak bisa menanganinya.”&lt;br /&gt;“Wah, penyakit apa itu?” tanyaku penasaran&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Prejudice&lt;/em&gt;! Hahaha….” ia menjawab sambil tertawa. Akupun tertular tawa, begitupun dengan teman-teman lain yang ada di ruangan ini.&lt;br /&gt;“Lalu apa obat buat &lt;em&gt;prejudice&lt;/em&gt; itu?” tanyaku&lt;br /&gt;“Hahaha, kan saya tidak menangani itu” masih sambil tertawa kecil, “Tetapi, mungkin dengan terapi spiritual, penyakit itu bisa disembuhkan…” Flo terlahir sebagai Khatolik. Tapi saat ini ia sedang tertarik untuk menerapkan filosofi Budha. Islam belum mengena di hatinya, karena melihat beberapa golongan muslim yang agresif. Ia kurang menyukai agresifitas dalam beragama.&lt;br /&gt;“Selama anda di sini, berarti pekerjaan anda di Paris anda tinggalkan lalu bagaimana dengan pihak Rumah Sakit?” aku baru ingat kalau dia pernah menyatakan, praktik di sebuah Rumah Sakit di Paris.&lt;br /&gt;“Saya tak selamanya di sini. Karena hanya cuti kerja selama satu tahun.” Jelasnya.&lt;br /&gt;“Setahun? Lalu bagaimana Anda membiayai hidup selama di sini?” ini yang sejak awal aku pikirkan, dari mana ia mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Indonesia. Karena yang aku tahu, ia tidak menerima gaji dari Fauna &amp;amp; Flora International - Sumatran Elephant Conservation Programme (FFI-SECP), atau siapapun yang dibantunya.&lt;br /&gt;“Saya punya cukup tabungan untuk keliling dunia kalau lagi cuti. Ini hal yang umum dilakukan oleh orang-orang di Eropa.” Jawabnya santai.&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan anak-anak yang anda tinggalkan?” Kutanyakan demikian karena ia pernah bilang punya anak, namun suaminya sudah meninggal 4 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;“Anak-anakku sudah dewasa dan mandiri. Jadi saya tak harus mengkhawatirkannya.” Ia selalu tersenyum jika berbicara.&lt;br /&gt;“Atau mungkin justru ia yang mengkhawatirkan Anda di negeri orang…hehehe..” candaku.&lt;br /&gt;“Ah, tidak. Dia paham kalau mamanya seorang pemberani, hehehe…” balasnya.&lt;br /&gt;“Apa prinsip hidup anda, dan apa yang anda cari dalam hidup ini?” sebuah pertanyaan terakhir yang kusampaikan, karena menyadari sudah waktunya ia kembali ke penginapannya.&lt;br /&gt;“Hm… mengalir saja… &lt;em&gt;to go with life flow, good agreement with life&lt;/em&gt;… dan yang saya cari adalah keramahan….saat ini dan kedepan, saya akan fokus ke masalah spiritual, itu mimpi saya” jawabnya tersenyum. Setelah itu ia beranjak dari duduknya, kembali ke penginapannya di Bukit Lawang. Seekor monyet berekor panjang mengikutinya, seperti teman seperjalanan.&lt;br /&gt;Itulah Florence Thiriez. Ia mengabdikan ilmunya untuk membantu para relawan yang bertemu dengannya dalam perjalanan keliling dunia, saat ini di Thailand dan Indonesia, khususnya Medan. Tidak ada yang dia cari selain keramahan. Karena keramahan hanya bisa tercipta oleh mereka yang berpikiran jernih, bebas dari prasangka buruk, dan mau berbagi dengan sesama makhluk Tuhan. [&lt;a href="http://mataharitimoer.blogdetik.com/" target="_blank"&gt;MT&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1661419706335501352-3589732403378110296?l=gurukehidupan-mt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/feeds/3589732403378110296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/flo-mencari-keramahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3589732403378110296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1661419706335501352/posts/default/3589732403378110296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gurukehidupan-mt.blogspot.com/2009/12/flo-mencari-keramahan.html' title='Flo : Mencari Keramahan'/><author><name>mataharitimoer</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12016462219248071452</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/TFKGUSRxWGI/AAAAAAAABIY/5DPm-6WntNc/S220/mt+face.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A2iCE-OREN8/Szd5tI2lOGI/AAAAAAAAA3w/t27VvnlTpAQ/s72-c/30.+flo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
