Cari

Abdul Hamid

Abdul Hamid
veteran dari kroya

Ponaryo

Ponaryo
tukang becak

Anak Jalanan

Anak Jalanan
Pengiba Rupiah

Wanti

Wanti
tukang jamu gendong

Belajar Hidup Kaya dari Si Miskin

Rabu, 19 Mei 2010

Sebuah Review buku Guru Kehidupan dari Wong Kam Fung


Sungguh menarik buku Belajar Hidup Kaya Dari Si Miskin tulisan Mataharitimoer. Isinya bercerita tentang perjuangan hidup orang-orang 'miskin' yang dengan bagus disampaikan oleh penulis dengan bahasa yang tidak bertele-tele. Dari 30 tokoh miskin yang direkam di buku ini, mereka berasal dari berbagai kalangan profesi, dari penjaga masjid (marbot), tukang potret keliling, sampai pedagang mi ayam.

Penulis memang mahir dalam merangkai kata-kata. Dengan gaya dialog, pelajaran kehidupan yang disampaikan oleh sang tokoh lebih mengena dan mudah dicerna.Nampaknya penulis sengaja menggunakan model tanya jawab agar tidak kaku dan ternyata memang terasa seperti itu. Yang lebih penting lagi, meskipun judulnya menyebut-nyebut tentang belajar isi buku ini tidak terasa menggurui. Ini yang perlu diperhatikan. Sebuah buku yang ditulis dengan bahasa yang tidak luwes dan menggurui tidak akan menarik meskipun isinya sangat bermanfaat. Akibatnya, sering terjadi buku yang isinya sebenarnya bagus kemudian menjadi terlantar karena dijauhi pembaca hanya disebabkan cara penyampaiannya.

Mataharitimoer mengelompokkan 30 tokoh kehidupannya menjadi empat bagian. Sayangnya dia tidak memberikan penjelasan atas pengelompokkan itu. Tidak terlihat benang merah yang menjadikan tokoh-tokoh itu masuk ke suatu kelompok. Nampaknya bagian-bagian itu difungsikan layaknya terminal untuk pembaca beristirahat sejenak sebelum meneruskan membaca. Tidak apa-apa memang, namun akan lebih greget bila pengelompokan itu didasarkan pada subyek tertentu, jenis profesi misalnya.

Dengan membaca buku ini, kita seperti diingatkan tentang orang-orang yang merupakan guru kehidupan sejati. Mereka di luar sana, tetapi kadang-kadang kita tidak tahu atau bisa jadi tidak mau tahu keberadaan mereka. Padahal dari mereka kita bisa belajar bahwa hidup ini harus dinikmati dan disyukuri. Meskipun berada dalam level ekonomi yang paling bawah, mereka masih tetap menjaga kehormatannya untuk tidak hidup bergelimang harta tetapi nista. 30 tokoh inspiratif yang dikisahkan dalam buku ini mengajari kita untuk hidup terhormat meskipun dalam keterbatasan.

sumber : svhoong, wong kam fung

0 komentar:

Poskan Komentar

 

2009 ·guru kehidupan by TNB